Iran Siapkan Pungutan Layanan bagi Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jun 2026, 06:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz (21/7/2019). (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa) Arsip - Kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz (21/7/2019). (ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran menyatakan kemungkinan akan memberlakukan biaya tertentu bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan tersebut, menurut Teheran, berkaitan dengan penyediaan berbagai layanan yang diperlukan untuk menjaga keamanan pelayaran dan kelestarian lingkungan di kawasan strategis tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menjelaskan bahwa biaya yang akan dikenakan bukanlah tarif transit, melainkan pembayaran atas layanan yang diberikan kepada kapal-kapal yang melintas.

"Selat Hormuz sangat penting bagi kami, dan kami telah mengadopsi prosedur tertentu sesuai hukum internasional untuk melindungi keamanan nasional Iran dan Republik Islam Iran," kata Baghaei dalam konferensi pers, seperti dikutip Reuters.

Meski demikian, Baghaei menuturkan bahwa pemerintah Iran masih membutuhkan waktu untuk membahas lebih lanjut isu tersebut dengan berbagai pihak terkait sebelum keputusan final diambil.

Baca Juga: Jelang Eksekusi Blok 15 GBK, PPKGBK Kerahkan 300 Personel untuk Inventarisasi dan Pengamanan Aset

Ia menambahkan bahwa Iran dan Oman akan menyediakan sejumlah layanan yang membutuhkan pendanaan operasional.

"Begitu banyak layanan lain yang akan ditawarkan oleh Iran dan Oman, dan ini akan memerlukan biaya. Oleh karena itu, biayanya akan ada dan ini jelas," ungkap Baghaei.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa biaya tersebut tidak ditujukan sebagai pungutan atas hak lintas kapal, melainkan sebagai kompensasi atas berbagai layanan pendukung yang disediakan.

"Kami selalu menegaskan bahwa kami tidak berusaha memungut biaya transit, namun biaya untuk layanan navigasi, perlindungan lingkungan, asuransi kapal, dan layanan lain yang diperlukan akan dikenakan," imbuhnya.

Pernyataan Iran tersebut berbeda dengan pandangan yang sebelumnya disampaikan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. Vance mengatakan Washington memperkirakan tidak akan ada biaya yang dikenakan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, meskipun persoalan itu masih menjadi bagian dari pembahasan dalam kesepakatan antara kedua negara.

"Harapan kami adalah selat itu akan dibuka dengan cara bebas biaya untuk jangka panjang, dan hal itulah yang akan kami pikirkan dalam negosiasi teknis ini," ujar Vance dalam wawancara dengan CNBC.

Ilustrasi - Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/py. (/ANTARA/Anadolu/py.) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Selat Hormuz. ANTARA/Anadolu/py. (/ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik secara damai akan ditandatangani pada 19 Juni di Swiss. Trump juga menyatakan Selat Hormuz akan kembali dibuka pada tanggal tersebut dan menyebut telah memerintahkan penghentian blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di sisi lain, Iran memastikan jalur pelayaran tersebut akan kembali dibuka bagi seluruh kapal komersial setelah memorandum ditandatangani. Berdasarkan laporan kantor berita semi-resmi Fars, pengaturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz nantinya akan dilakukan oleh Iran melalui koordinasi dengan Oman sesuai ketentuan yang tercantum dalam memorandum tersebut.

x|close