Iran Kecam Serangan Israel ke Lebonon, Nilai Perundingan Damai dengan AS Kehilangan Makna

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jun 2026, 05:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Pemerintah Iran melontarkan kecaman keras terhadap serangan yang dilakukan Israel di Beirut, Lebanon. Teheran menilai aksi militer tersebut membuat proses negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri konflik menjadi tidak relevan.

Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan tidak ada manfaat melanjutkan pembicaraan damai dengan AS ketika Israel, yang merupakan sekutu dekat Washington, terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon.

"Agresi Zionis terhadap Dahieh sekali lagi menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki kemauan untuk melaksanakan komitmennya atau tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya," kata Ghalibaf seperti dikutip dari AFP, Senin, 15 Juni 2026.

Iran selama ini berulang kali memasukkan isu perdamaian di Lebanon sebagai salah satu syarat dalam perundingan dengan AS. Namun, menurut Teheran, upaya tersebut tidak mendapat respons dari Israel.

"Jika Anda tidak memiliki kemauan atau kemampuan untuk memenuhi komitmen Anda, maka tidak ada gunanya membicarakan kelanjutan jalan ini," jelas Ghalibaf.

Baca Juga: Iran Sepakat Tidak Pungut Biaya di Selat Hormuz

Sementara itu, menurut laporan Al Jazeera, seorang pejabat di Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Sardar Asadi, menyatakan bahwa serangan udara Israel di kawasan selatan Beirut akan mendapat balasan.

"Tanpa ragu, kejahatan ini tidak akan dibiarkan begitu saja," kata Asadi, sebagaimana dikutip kantor berita Iran Mizan.

Khatam al-Anbiya merupakan markas komando gabungan yang mengawasi seluruh angkatan bersenjata Iran, termasuk Islamic Revolutionary Guard Corps dan militer reguler negara tersebut.

Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Serangan terbaru Israel dilaporkan menyasar sejumlah posisi yang disebut sebagai basis pertahanan Hizbullah di wilayah selatan Beirut. Militer Israel meluncurkan rudal-rudal yang menghantam beberapa titik di kawasan tersebut.

Menurut Badan Pertahanan Sipil Lebanon, tiga jenazah ditemukan setelah serangan menghantam kawasan Ghoebeiry di pinggiran selatan Beirut. Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan sedikitnya 15 orang mengalami luka-luka.

Selain menimbulkan korban jiwa dan cedera, serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan cukup parah pada sejumlah bangunan dan pertokoan di sekitar lokasi terdampak. Ketegangan yang terus meningkat di kawasan itu pun menambah ketidakpastian terhadap upaya diplomatik yang tengah dijalankan untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

x|close