Ntvnews.id, Washington D.C - Angkatan Laut Amerika Serikat berencana mengerahkan skuadron kapal selam bertenaga nuklir ke pangkalan angkatan laut strategis di Australia pada tahun ini. Informasi tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, pada Jumat, 12 Juni 2026.
Dalam kerangka perjanjian keamanan AUKUS, empat kapal selam yang dioperasikan Amerika Serikat akan ditempatkan secara bergilir di pelabuhan yang berada di pesisir barat Australia mulai tahun depan.
Dikutip dari AFP, Sabtu, 13 Juni 2026, Marles menjelaskan bahwa personel dari Skuadron Kapal Selam AS 3 akan bertanggung jawab mengawasi pengoperasian armada tersebut bersama personel militer Australia dan Inggris.
Menurutnya, kehadiran pasukan Amerika Serikat juga akan berperan dalam melatih serta mendampingi Australia dalam mengoperasikan armada kapal selam bertenaga nuklir miliknya di masa depan.
Marles menegaskan bahwa perkembangan tersebut menjadi bukti implementasi AUKUS terus berjalan sesuai jadwal.
"AUKUS berjalan sesuai rencana dan sedang berlangsung sekarang". jelasnya.
Baca Juga: Tiga Kapal Perang Pakistan Bersandar di Jakarta, Ada Kapal Selam
Sejumlah pejabat Amerika Serikat menilai pangkalan yang berada di dekat Perth itu memiliki nilai strategis karena memungkinkan armada laut AS berada lebih dekat ke kawasan Laut China Selatan. Lokasi tersebut dinilai penting di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan Taiwan.
Kunjungan Marles ke London pekan ini untuk membahas perkembangan AUKUS berlangsung di tengah situasi politik yang tidak menentu setelah pengunduran diri mendadak Menteri Pertahanan Inggris, John Healey. Pengunduran diri tersebut dikaitkan dengan persoalan pendanaan proyek pertahanan Inggris.
Kapal Selam
Sebelum mundur dari jabatannya, Healey sempat menyampaikan dukungan terhadap kemitraan AUKUS usai bertemu Marles pada Kamis, 11 Juni 2026 Namun, ia mengundurkan diri sebelum kunjungan yang telah dijadwalkan ke pangkalan angkatan laut di Portsmouth Naval Base dapat terlaksana.
Di bawah kesepakatan AUKUS, yang menjadi proyek pertahanan termahal dalam sejarah Australia, pemerintah di Canberra akan membeli tiga kapal selam bekas milik Amerika Serikat mulai 2032.
Selain itu, Australia dan Inggris juga berencana mengembangkan generasi baru kapal selam bertenaga nuklir yang akan dibangun secara bersama sebagai bagian dari penguatan kemampuan pertahanan kedua negara.
Arsip foto - Kapal selam nuklir USS Florida milik Angkatan Laut Amerika Serikat, diambil gambarnya pada 11 April 2006 oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. ANTARA/HO-United States Navy/aa. (Antara)