Ntvnews.id, Amman - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jordan mengeluarkan peringatan keamanan kepada warga negaranya yang berada di negara tersebut setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Peringatan itu diterbitkan menyusul laporan mengenai aktivitas rudal, drone, dan roket yang terdeteksi memasuki wilayah udara Yordania di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran.
"Laporan menunjukkan ada rudal, drone, atau roket di wilayah udara Yordania," demikian peringatan Kedubes AS, dikutip dari Anadolu Agency, Jumat, 12 Juni 2026.
Kedutaan kemudian mengimbau seluruh warga AS untuk segera mencari perlindungan dan mengikuti arahan dari otoritas setempat.
"Mereka lalu berujar, "Cari perlindungan ke tempat aman sesegera mungkin, pastikan tetap berada di dalam ruangan dan perhatikan pengumuman dan peringatan otoritas setempat."
Peringatan tersebut muncul setelah militer AS melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran pada awal pekan ini. Washington menuduh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menembak jatuh helikopter Apache yang tengah melakukan patroli di sekitar Selat Hormuz.
Menanggapi insiden itu, Presiden AS Donald Trump memerintahkan operasi militer balasan terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk menara komunikasi dan infrastruktur air.
Baca Juga: 5 Perlakuan Buruk Amerika Serikat yang Menuai Sorotan di Piala Dunia 2026
Tidak lama setelahnya, Iran meluncurkan serangan balasan yang menyasar berbagai target militer AS di kawasan.
Pada Rabu, Iran mengklaim telah menghancurkan empat target utama, termasuk hanggar pesawat tempur F-35 di pangkalan udara serta pusat komando dan kendali militer AS di Al-Azraq, Yordania.
Selain itu, IRGC mengaku menyerang 21 target di berbagai pangkalan udara di Yordania dan menembak jatuh drone pengintai MQ-9 milik AS yang berada di wilayah udara Iran.
Serangan Iran tidak hanya menyasar fasilitas militer AS di Yordania. Teheran juga melancarkan serangan drone terhadap pangkalan militer Washington di Bahrain sebagai bagian dari operasi balasannya.
Arsip - Roket yang ditembakkan dari Iran terlihat di atas Yerusalem dari Hebron, Tepi Barat pada 1 Oktober 2024. Tentara Israel mengumumkan bahwa rudal ditembakkan dari Iran ke arah Israel dan sirene terdengar di seluruh negeri, terutama di Tel Aviv. (Antara)
Eskalasi terbaru ini terjadi ketika Iran dan AS sejatinya masih berada dalam kerangka gencatan senjata yang mulai berlaku sejak April lalu dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas.
Kesepakatan tersebut mencakup penghentian serangan oleh AS dan sekutunya, Israel, terhadap Iran dan Lebanon. Namun, Teheran menuduh pihak lawan telah melanggar komitmen tersebut sehingga memicu kembali aksi militer yang kini terus berlanjut.
Memanasnya kembali konflik antara Iran dan AS meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah, terutama setelah sejumlah negara menjadi lokasi sasaran operasi militer kedua belah pihak.
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat (AS). ANTARA/Anadolu/py. (Antara)