Ntvnews.id, Jakarta - Harley-Davidson resmi mengumumkan pemindahan produksi mesin Revolution Max dari Thailand kembali ke Amerika Serikat (AS).
Keputusan ini menandai perubahan besar dalam strategi manufaktur perusahaan setelah bertahun-tahun mengandalkan fasilitas produksi di luar negeri.
Dikutip dari RideApart, Kamis (11/6/2026), mesin V-Twin 1.250 cc Revolution Max saat ini menjadi jantung pacu sejumlah model penting Harley-Davidson, termasuk Pan America, Nightster, Sportster S, dan berpotensi digunakan pada model cafe racer yang tengah dipersiapkan untuk masa depan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi transformasi perusahaan bertajuk "Back to the Bricks", yang diperkenalkan oleh CEO baru Harley-Davidson, Artie Starrs.
Program ini dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis perusahaan sekaligus mengembalikan fokus pada manufaktur Amerika Serikat setelah beberapa tahun menghadapi tantangan penjualan dan performa bisnis.
Dalam implementasinya, produksi Revolution Max akan dipindahkan dari Thailand ke fasilitas Harley-Davidson di Wisconsin dan Pennsylvania.
Perusahaan menargetkan sepeda motor pertama dengan mesin Revolution Max buatan Amerika Serikat mulai tersedia di jaringan dealer sebagai model tahun 2028.
Meski proses relokasi manufaktur membutuhkan waktu, Harley-Davidson meyakini langkah ini akan memperkuat daya saing perusahaan di masa depan.
Selain mengurangi ketergantungan pada produksi luar negeri, kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi pekerja manufaktur dan anggota serikat pekerja di Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resminya, Harley-Davidson menegaskan komitmennya terhadap industri manufaktur dalam negeri.
"Selama lebih dari satu abad, Harley-Davidson telah berinvestasi pada manufaktur Amerika, tenaga kerja terampil, dan komunitas yang membangun sepeda motor kami. Hari ini kami dengan bangga mengumumkan pengembalian produksi platform Revolution Max untuk pasar Amerika Utara ke Amerika Serikat," tulis perusahaan.
Pemindahan produksi akan mulai dilakukan secara bertahap pada akhir tahun ini dan ditargetkan rampung pada 2027.
Mesin yang diproduksi di fasilitas AS selanjutnya akan digunakan pada model-model Harley-Davidson tahun 2028.
Platform Revolution Max sendiri menjadi salah satu teknologi paling modern yang dimiliki Harley-Davidson saat ini.
Selain digunakan pada Pan America dan Nightster, mesin tersebut juga dikaitkan dengan konsep Revolution Max Cafe Racer yang diperkenalkan beberapa waktu lalu dan disebut-sebut berpeluang masuk jalur produksi massal.
Kabar ini turut disambut positif oleh Bill Davidson, Wakil Presiden Harley-Davidson sekaligus cicit salah satu pendiri perusahaan, William A. Davidson.
Menurutnya, keputusan membawa kembali produksi ke Amerika Serikat merupakan langkah penting untuk memperkuat identitas Harley-Davidson sebagai ikon manufaktur Amerika.
Di tengah sorotan terhadap aktivitas produksi Harley-Davidson di luar negeri dalam beberapa waktu terakhir, keputusan memulangkan produksi Revolution Max dinilai sebagai langkah strategis yang telah direncanakan sejak lama.
Mengingat besarnya investasi dan kompleksitas proses relokasi manufaktur, proyek ini diyakini telah dipersiapkan jauh sebelum diumumkan ke publik.
Dengan strategi baru yang tengah dijalankan, Harley-Davidson berharap dapat memperkuat posisi bisnisnya sekaligus mengembalikan kejayaan merek legendaris tersebut di pasar global.
Ilustrasi. Logo Harley-Davidson. (Foto: Philippe Wojazer/Reuters)