Ntvnews.id, Jakarta - Kekhawatiran soal umur baterai mobil listrik (electric vehicle/EV) kini mulai terpatahkan.
Sebuah studi terbaru di Swedia mengungkap mayoritas baterai EV masih mempertahankan lebih dari 90 persen kapasitasnya setelah menempuh 100.000 kilometer. Yang menarik, posisi teratas bukan ditempati Tesla, melainkan Kia.
Dilansir dari Carscoops, Kamis (23/7/2026), hasil studi yang dilakukan oleh marketplace mobil bekas Carla menganalisis 9.954 pengujian baterai kendaraan listrik yang dijual di Swedia sepanjang periode 2022 hingga 2026.
Penelitian menggunakan perangkat diagnostik dari AVILOO, yang mengukur State of Health (SoH) atau kondisi kesehatan baterai secara nyata.
Metode ini dinilai lebih akurat dibanding indikator kesehatan baterai yang ditampilkan pada layar kendaraan, karena data bawaan mobil kerap memberikan estimasi yang lebih optimistis.
Hasilnya, Kia e-Niro menjadi mobil listrik dengan kondisi baterai terbaik setelah menempuh 100.000 km (62.000 mil). SUV listrik tersebut masih mempertahankan 97,25 persen kapasitas baterai aslinya.
Posisi kedua ditempati Hyundai Kona Electric dengan baterai 64 kWh yang masih menyisakan 97,18 persen kapasitas. Sementara Kia EV6 dengan baterai 77,4 kWh melengkapi tiga besar, mempertegas dominasi Hyundai Motor Group dalam urusan ketahanan baterai.
Di kubu pabrikan Eropa, Volvo XC40 Recharge menjadi yang terbaik. Mobil ini menggunakan baterai CATL berkapasitas 69 kWh dan masih mempertahankan 94,70 persen kapasitas setelah menempuh 100.000 km.
Di belakangnya ada Polestar 2 dengan baterai CATL 78 kWh yang mencatat 94,35 persen, diikuti BMW i3 dengan 93,77 persen, serta Polestar 2 versi baterai LG Chem yang mempertahankan 93,53 persen kapasitasnya.
Baca Juga: Kendaraan Listrik Berukuran Besar di China Rusak Jalan Raya, Pemerintah Cari Skema Pajak Baru
Bagaimana Performa Tesla?
Meski dikenal sebagai pelopor mobil listrik modern, Tesla tidak berhasil menduduki posisi teratas dalam studi ini.
Model Tesla dengan performa baterai terbaik adalah Tesla Model 3 yang menggunakan baterai LFP 60,5 kWh dari CATL. Setelah menempuh 100.000 km, kapasitas baterainya masih tersisa 93,34 persen.
Sementara itu, Tesla Model 3 dengan baterai NMC produksi LG Chem mencatat kapasitas 91,50 persen.
Beberapa model lain yang masuk dalam 20 besar, antara lain Audi e-tron 50 (93,02 persen), Audi e-tron 55 (92,93 persen), Skoda Enyaq iV (92,88 persen),
Tesla Model S (92,80 persen), Volkswagen ID.4 (92,77 persen), dan Tesla Model X (92,52 persen).
Baterai Mobil Listrik Kini Lebih Tahan Lama
Temuan ini menunjukkan kekhawatiran mengenai degradasi baterai mobil listrik sudah tidak lagi sebesar beberapa tahun lalu.
Seluruh kendaraan yang masuk dalam peringkat studi ini masih mempertahankan lebih dari 90 persen kapasitas baterai setelah menempuh 100.000 kilometer. Jarak tersebut umumnya baru dicapai pemilik kendaraan dalam tiga hingga empat tahun pemakaian normal.
Dengan perkembangan teknologi baterai saat ini, umur paket baterai diperkirakan dapat bertahan sangat lama, bahkan berpotensi melampaui usia pakai kendaraan itu sendiri.
Kia e-Niro menjadi mobil listrik dengan kondisi baterai terbaik setelah menempuh 100.000 km (62.000 mil). (Foto: Istimewa via Caarscoops)