Gekrafs Resmi Lengkapi Kepengurusan di Seluruh Sulawesi Tengah, Hasan Abdul Kadir Pimpin DPW 2026-2029

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jul 2026, 22:44
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Gekrafs Resmi Lengkapi Kepengurusan di Seluruh Sulawesi Tengah, Hasan Abdul Kadir Pimpin DPW 2026-2029 Gekrafs Resmi Lengkapi Kepengurusan di Seluruh Sulawesi Tengah, Hasan Abdul Kadir Pimpin DPW 2026-2029 (Gekrafs)

Ntvnews.id, Sulawesi Tengah - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) resmi melantik jajaran pengurus baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Sulawesi Tengah periode 2026-2029. Bersamaan dengan itu, organisasi tersebut juga mengukuhkan 11 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta Gekrafs Kampus Sulawesi Tengah dalam acara yang digelar pada Selasa, 28 Juli 2026.

Pelantikan tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan DPW Gekrafs Sulawesi Tengah dari Denny Syah Putra kepada Hasan Abdul Kadir. Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, Gekrafs kini telah memiliki struktur organisasi yang lengkap di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Tengah.

Sebelas DPC yang dilantik meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali, Morowali Utara, dan Buol.

Sebelumnya, DPC Kabupaten Poso dan DPC Kabupaten Tolitoli telah lebih dahulu terbentuk. Dengan demikian, Gekrafs kini telah memiliki kepengurusan di seluruh 13 daerah di Sulawesi Tengah yang terdiri atas 12 kabupaten dan satu kota.

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Gekrafs Abcandra Akbar Supratman, Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, perwakilan HIPMI, Kadin, serta sejumlah kepala dinas dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.

Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian <b>(Gekrafs)</b> Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian (Gekrafs)

Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian mengatakan Sulawesi Tengah memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan baru yang mampu melengkapi sektor berbasis sumber daya alam.

Menurutnya, kepengurusan DPW Gekrafs Sulawesi Tengah memiliki visi untuk mendorong transformasi dari ekonomi yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam menuju ekonomi berbasis kreativitas dan kekayaan intelektual.

"DPW memiliki pemikiran yang luar biasa terhadap bagaimana mengonversikan ekonomi ekstraktif menjadi ekonomi kreatif. Kita harus bersyukur, apalagi untuk teman-teman di Sulawesi Tengah karena banyak figur yang mencetak sejarah," tutur Kawendra dalam sambutannya, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia juga mengungkapkan bahwa perjuangan Gekrafs selama lebih dari lima tahun dalam mendorong pembiayaan bagi sektor ekonomi kreatif mulai membuahkan hasil.

Gekrafs Resmi Lengkapi Kepengurusan di Seluruh Sulawesi Tengah, Hasan Abdul Kadir Pimpin DPW 2026-2029. <b>(Gekrafs)</b> Gekrafs Resmi Lengkapi Kepengurusan di Seluruh Sulawesi Tengah, Hasan Abdul Kadir Pimpin DPW 2026-2029. (Gekrafs)

"Kami di Gekrafs dan para pejuang ekonomi kreatif sudah lebih dari lima tahun memperjuangkan pendanaan untuk ekonomi kreatif. Alhamdulillah, mulai tahun ini, berkat perjuangan Ketua Dewan Pengarah kami, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, skema Intellectual Property Financing atau IP Financing telah dianggarkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp10 triliun," tambahnya.

Kawendra menilai hadirnya skema Intellectual Property Financing (IP Financing) menjadi langkah penting karena pemerintah untuk pertama kalinya menyediakan dukungan pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.

"Perpresnya sudah ada, undang-undangnya sudah ada, dan anggarannya juga sudah tersedia untuk IP Financing. Selama ini kita berjuang dan kita mengapresiasi Ketua Dewan Pengarah kita yang luar biasa memperjuangkan pendanaan ekonomi kreatif berbasis IP. Itu adalah prestasi yang sangat luar biasa," katanya.

Menurut dia, hadirnya regulasi dan anggaran tersebut harus diikuti dengan penguatan organisasi hingga ke daerah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para pelaku ekonomi kreatif.

"Perjuangan ini harus terus bersambung dari pusat hingga daerah. Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Maju melalui hilirisasi, penguatan industri nasional, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta kemandirian ekonomi," tegasnya.

Gekrafs Resmi Lengkapi Kepengurusan di Seluruh Sulawesi Tengah, Hasan Abdul Kadir Pimpin DPW 2026-2029 <b>(Gekrafs)</b> Gekrafs Resmi Lengkapi Kepengurusan di Seluruh Sulawesi Tengah, Hasan Abdul Kadir Pimpin DPW 2026-2029 (Gekrafs)

Sementara itu, Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Tengah Hasan Abdul Kadir menilai pelantikan tersebut menjadi titik awal konsolidasi organisasi untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Ia berharap keberadaan kepengurusan hingga tingkat kabupaten dan kota dapat menjadi wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang sesuai potensi masing-masing daerah.

"Dengan hadirnya Gekrafs Sulawesi Tengah kita harapkan ini akan menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku ekonomi kreatif Sulteng untuk bertumbuh, berinovasi, dan naik kelas," kata Hasan.

Senada dengan itu, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP Gekrafs Abcandra Akbar Supratman menilai Sulawesi Tengah memiliki modal besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif nasional apabila seluruh potensi daerah dikelola melalui kolaborasi yang baik.

"Sulawesi Tengah memiliki sumber daya alam yang melimpah. Namun ke depan, nilai tambah tidak hanya berasal dari hasil alam, melainkan juga dari kreativitas, inovasi, dan karya anak-anak muda. Saya berharap Gekrafs Sulawesi Tengah mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, sehingga setiap kabupaten dan kota dapat mengembangkan potensi unggulannya," ujar Abcandra.

Dengan terbentuknya DPW, 11 DPC, serta Gekrafs Kampus Sulawesi Tengah, organisasi tersebut optimistis mampu memperluas ekosistem ekonomi kreatif di daerah. Kehadiran kepengurusan yang lengkap diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak inovasi, meningkatkan daya saing pelaku usaha kreatif, sekaligus memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap pembangunan nasional.

x|close