Ntvnews.id, Jakarta - Menyusul sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya, mal besar di Jakarta juga mulai dipasangi pagar logam tinggi di area terluarnya. Salah satunya adalah Kota Kasablanka (Kokas), yang pemasangan pagarnya ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Di platform Threads, beredar sejumlah unggahan yang memperlihatkan pagar telah terpasang di bagian depan mal, tepatnya di area dekat pintu masuk kendaraan dari Jalan Raya Casablanca. Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi dari warganet.
Beberapa netizen mengaitkan pemasangan pagar dengan isu yang beredar mengenai kemungkinan adanya aksi unjuk rasa besar-besaran. Bahkan, sebagian warganet berasumsi pagar tersebut menjadi tanda antisipasi terhadap potensi kerusuhan.
"Btw Kokas juga mulai dipagarin.. Sehat-sehat ya warga.. Sometimes jika waktu itu beneran datang, rusuhnya jangan yang merugikan kita sendiri ya," kata netizen @bi_maxxxx di Threads.
Warganet lainnya juga mengaku terkejut melihat pagar dengan ukuran cukup tinggi yang tiba-tiba berdiri di depan pusat perbelanjaan tersebut. Mereka mempertanyakan alasan pengelola mal memasang pagar di area luar bangunan.
Pagar yang dipasang merupakan jenis pagar logam vertikal atau pagar bilah. Desainnya dibuat untuk mendukung keamanan, dengan bagian atas yang runcing dan menyudut serta sisi pagar yang dibuat serong sehingga lebih sulit dipanjat.
Fenomena pemasangan pagar ini tidak hanya terlihat di Jakarta. Sejumlah unggahan di media sosial juga memperlihatkan beberapa mal di Surabaya telah lebih dulu memasang pagar serupa. Bahkan, mal milik Pakuwon Group di Bekasi juga dilaporkan ikut dipagari.
Menanggapi ramainya spekulasi tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menegaskan pemasangan pagar tidak dilakukan karena adanya ancaman kerusuhan.
Menurutnya, tujuan utama pemasangan pagar adalah untuk menata akses keluar-masuk pengunjung agar lebih tertib sekaligus meningkatkan keselamatan lalu lintas di sekitar pusat perbelanjaan.
Baca Juga: Pemimpin Sel Kartel CJNG Ditangkap Terkait Pembunuhan Wali Kota Uruapan
"Ya sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan gitu loh, arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dan keluar dari mana saja, sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar gitu kan," ujar Alphonzus saat ditemui di Auditorium Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Alphonzus mengatakan penggunaan pagar sebenarnya bukan hal baru bagi pusat perbelanjaan. Menurutnya, banyak mal yang sejak awal beroperasi memang sudah memiliki pagar sebagai bagian dari pengaturan akses.
"Tetapi kan kalau kita lihat sebetulnya, yang pasang pagar ini kan kebetulan saja ini. Tapi kan sebelumnya banyak juga pusat belanja yang sudah berdiri sejak awal dengan pagar gitu kan. Jadi saya kira tujuan utamanya dari para pengelola adalah seperti itu. Untuk lebih menertibkan akses keluar masuk begitu ya," katanya.
Selain berfungsi mengatur akses pengunjung, pagar juga menjadi bagian dari perimeter keamanan, terutama bagi pusat perbelanjaan yang lokasinya berdekatan dengan kawasan yang kerap menjadi titik berlangsungnya aksi demonstrasi.
"Tetapi sekaligus juga tentunya, beberapa teman-teman pusat perbelanjaan yang berada di dekat dengan pusat-pusat kegiatan demonstrasi. Itu juga kan sering terjadi demonstrasi-demonstrasi di beberapa wilayah tertentu begitu. Jadi saya kira itu juga sekalian untuk bisa memberikan satu batas pengamanan lah begitu. Terhadap demonstrasi-demonstrasi yang suka berlangsung begitu ya," jelas dia.
Saat ditanya apakah pemasangan pagar merupakan langkah antisipasi apabila terjadi kerusuhan, Alphonzus membantah anggapan tersebut. Ia kembali menegaskan bahwa fungsi pagar lebih ditujukan untuk menertibkan akses pengunjung dan memberikan batas pengamanan terhadap aktivitas demonstrasi yang berlangsung di sekitar pusat perbelanjaan.
"Saya kira kerusuhan tidak ya. Tadi tujuan utamanya, satu, adalah menertibkan akses keluar masuk pengunjung begitu. Supaya bisa terpusatkan, kalau enggak kan masuk keluar dari mana saja begitu," kata Alphonzus.
"Kedua, saya kira lebih untuk bisa memberikan batas apa ya istilahnya itu. Jadi ya bukan kerusuhan. Tapi adalah situasi di mana beberapa pusat perbelanjaan itu kan dekat dengan kegiatan-kegiatan demonstrasi. Dan saya kira demonstrasi kan tidak dilarang sepanjang itu memang ada izinnya begitu. Tapi kan kembali lagi bagaimana itu bisa memberikan batas untuk dari sisi perimeter keamanan lah begitu ya. Saya kira lebih ke arah sana," pungkasnya.
Sebagai informasi, Kota Kasablanka merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang berada di bawah pengelolaan Pakuwon Group. Perusahaan properti dan ritel tersebut memiliki delapan pusat perbelanjaan dan kuliner di Surabaya, termasuk Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall. Selain itu, Pakuwon Group juga mengelola tiga mal besar di Jakarta, yakni Kota Kasablanka, Gandaria City, dan Blok M Plaza.
Mal Kokas Dipagari (Instagram)