Atasi Kekeringan, BPBD Jaksel Salurkan Pasokan Air Bersih Tangki

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Sep 2026, 14:41
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mengerahkan armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mengerahkan armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mengerahkan armada mobil tangki berkapasitas 5.000 liter guna memasok air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan sepanjang musim kemarau.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Kepala Satuan Tugas BPBD Wilayah Jakarta Selatan, Sukendar, saat mengonfirmasi kesiapsiagaan jajarannya bersama Pemkot Jakarta Selatan di Jakarta, Selasa (15/9).

"Kami, BPBD bersama jajaran Pemkot Jakarta Selatan berkomitmen untuk terus siaga melayani kebutuhan air bersih warga selama musim kemarau ini," kata Kepala Satuan Tugas BPBD Wilayah Jakarta Selatan Sukendar di Jakarta.

Langkah tanggap darurat ini diambil merespons sejumlah laporan warga yang sempat viral di media sosial, termasuk aduan kekeringan di kawasan Kecamatan Cilandak akibat ketergantungan masyarakat pada air tanah.

"Untuk wilayah itu, sebenarnya warga yang mengadu. Kami sudah koordinasikan dan tangani. Secara teknis, kedalaman sumur warga di sana berkisar di bawah 20 meter dan pembuatannya sudah cukup lama," ujar Sukendar.
 

Saat ini, fokus pendistribusian air bersih dipusatkan di beberapa lokasi terdampak, seperti Kelurahan Pondok Labu dan Cilandak Barat.

"Untuk armada, kami siap membantu suplai air bersih, tentunya juga dengan koordinasi bersama unsur terkait, seperti Sudin Gulkarmat (Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan) dan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan," tutur Sukendar.

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan bersama pihak kelurahan serta pengurus RT/RW lokal, upaya awal mengantisipasi kekeringan sumur dilakukan dengan menyiapkan sarana penarikan air dari kawasan sekitar.

"Kalau di Pondok Labu itu, pihak RW sudah membuat sumur satelit yang airnya selalu mengalir. Namun, memang di sana ada pembatasan pemakaian air, khususnya di lingkup rumah kos-kosan," ungkap Sukendar.

Melihat kondisi tersebut, warga diimbau tetap tenang dan segera melapor ke pengurus RT/RW atau kelurahan setempat jika mengalami kendala pasokan air agar dapat ditangani secara cepat oleh petugas.
 

Selain bantuan tangki, pemerintah daerah di beberapa titik turut memfasilitasi penambahan kedalaman sumur bor. Dalam program ini, pemilik rumah cukup menyediakan lahan serta tempat penampungan air.

Sebagai solusi jangka panjang, BPBD Jakarta Selatan mendorong masyarakat untuk menghentikan pemakaian air tanah dan beralih ke jaringan air perpipaan Pemprov DKI Jakarta melalui PAM Jaya demi mewujudkan Zona Bebas Air Tanah (ZOBAT).

"Sampai saat ini, kami juga menggunakan air PAM Jaya dalam memenuhi atau membantu kebutuhan warga. Artinya, air masih tersedia dalam kondisi cuaca apapun," imbuh Sukendar.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close