Ntvnews.id, Jakarta -Area pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis serta kru kapal cepat yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau resmi diperluas. Tim gabungan kini memperlebar jangkauan pemantauan hingga ke kawasan Pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano.
"Pencarian kami perluas, juga melakukan pemantauan terhadap wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya pergerakan korban atau benda yang berkaitan dengan kejadian ini,” kata SAR Mission Coordinator Al Amrad dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9).
Al Amrad menegaskan bahwa seluruh sumber daya yang tersedia di lapangan dimaksimalkan demi meningkatkan peluang penemuan para korban.
Memasuki hari ke-8 operasi, peta rencana SAR difokuskan pada penyisiran lima sektor pencarian laut yang mencakup total luas area hingga 3.962 mil laut persegi.
Sejumlah armada utama dikerahkan secara masif dalam misi ini, di antaranya KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KN SAR Antasena, KRI Gilimanuk, KRI Leuser, KRI Lepu, KRI Kerambit, KAL Anyer, KAL Pahowang, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta deretan kapal milik KP Polairud.
Pembagian area pencarian dibagi ke dalam beberapa wilayah kerja:
- Sektor A (1.026 mil laut persegi): Disisir oleh KRI Gilimanuk dan KRI Leuser.
- Sektor B (780 mil laut persegi): Ditangani oleh KN SAR Antasena dan KP Sanjaya.
- Sektor C (825 mil laut persegi): Diampu oleh KN SAR Tetuka, KRI Lepu, dan KRI Kerambit.
- Sektor D (872 mil laut persegi): Dilakukan oleh KN SAR Basudewa, RIB 02 Lampung, KAL Anyer, dan KAL Pahowang.
- Sektor F (459 mil laut persegi): Disisir oleh RIB 02 Banten, RBB Pulau Peucang, kapal KP Polairud, serta unsur pendukung lainnya.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Basarnas, kapal cepat tersebut awal mulanya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan vulkanis di area Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak delapan orang berada di dalam kapal tersebut dan masih dalam proses pencarian. Rombongan ini terdiri atas lima jurnalis M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas) serta tiga kru kapal, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).
Komunikasi terakhir mencatat rombongan sempat mengirimkan koordinat lokasi terkini kepada rekan sesama jurnalis di Lampung pada Senin (7/8) pukul 14.42 WIB. Namun, kapal akhirnya dinyatakan hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di koordinat 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.
(Sumber: Antara)
Petugas Basarnas KN SAR Antasena melakukan pengamatan saat operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten, Selasa (15/9/2026). Hari kedelapan pencarian, tim SAR gabungan membagi wilayah operasi menjadi lima sektor dengan total luas area pencarian 3.962 mil laut persegi dengan melibatkan 20 kapal. (Antara)