Ntvnews.id, Jakarta - Memasuki hari keempat, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diintensifkan. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii turun langsung memimpin operasi berskala besar ini.
Rombongan yang terdiri dari delapan orang tersebut dilaporkan hilang kontak saat sedang melakukan perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau untuk keperluan peliputan jurnalistik.
Dalam hal ini, Mohammad Syafii menegaskan komitmen tim SAR gabungan dengan memperluas area pencarian. Peningkatan skala operasi dilakukan secara bertahap sejak hari pertama.
"Gelar ini (operasi pencarian)... di enam sektor. Yang awalnya hari pertama kita menggelar di tiga sektor, kemudian hari kedua kita beroperasi di lima sektor, dan hari ini kita melaksanakan operasi kita kembangkan di enam sektor," jelas Kepala Basarnas, Jumat, 11 September 2026.
Untuk mendukung perluasan wilayah pencarian tersebut, tim SAR gabungan telah mengerahkan armada dan personel dalam jumlah besar. Fokus utama operasi saat ini adalah menyisir secara maksimal keenam sektor yang telah dipetakan guna menemukan seluruh korban.
"Melibatkan 11 kapal, dari kapal KRI, kemudian kapal kepolisian, kapal Basarnas, dibantu oleh kapal-kapal potensi (SAR) yang ada. Dengan jumlah personel kira-kira lebih dari 300 personel inti," tambah Syafii.
Selain armada laut, operasi pencarian ini juga didukung oleh pemantauan dari udara menggunakan helikopter, diharapkan dapat memberikan pandangan yang lebih luas atas perairan Selat Sunda dan mempercepat penemuan rombongan jurnalis tersebut.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memberilan pernyataan resmi terkait update hasil operasi pencarian jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten, Kamis (10/9/2026). (Antara)