Agustus 2026 Pecahkan Rekor sebagai Bulan Terpanas dalam Sejarah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Sep 2026, 11:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Ilustrasi suhu panas (pixabay/ geralt) Ilustrasi suhu panas (pixabay/ geralt) (Pixabay )

Ntvnews.id, Jakarta - Agustus 2026 tercatat sebagai bulan dengan suhu paling panas secara global sepanjang sejarah pencatatan. Data tersebut disampaikan Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa pada Kamis, 10 September 2026

Dilansir dari AFP, Jumat, 11 September 2026, Suhu udara permukaan rata-rata dunia pada Agustus mencapai 16,96 derajat Celsius. Angka itu sedikit lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya, yakni sekitar 16,95 derajat Celsius yang tercatat pada Juli 2023.

Suhu tersebut juga berada 0,85 derajat Celsius di atas rata-rata temperatur pada bulan Agustus selama periode 1991-2020.

Tidak hanya itu, temperatur global pada Agustus 2026 tercatat 1,65 derajat Celsius lebih tinggi dibandingkan perkiraan suhu pada masa pra-industri, yakni periode 1850-1900.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi pertama kalinya sejak November 2025 suhu rata-rata bulanan dunia kembali melampaui tingkat pra-industri lebih dari 1,5 derajat Celsius.

Baca Juga: Gelombang Panas Kembali Terjang Prancis

Kawasan Eropa Barat turut mencatat rekor dengan mengalami musim panas terpanas sejak pencatatan suhu dilakukan. Sebagaimana dilansir Xinhua via Antara, rangkaian gelombang panas yang muncul lebih awal dari biasanya, berlangsung lebih lama, serta memiliki intensitas tinggi sejak Mei menjadi salah satu faktor pemicunya.

Akibat kondisi tersebut, suhu rata-rata selama periode Juni hingga Agustus melampaui rekor sebelumnya yang terjadi pada 2003.

Kenaikan temperatur juga terjadi di lautan. Suhu permukaan laut rata-rata di wilayah samudra ekstrapolar, antara 60 derajat lintang selatan dan 60 derajat lintang utara, mencapai 21,07 derajat Celsius pada Agustus.

Angka itu menjadi suhu permukaan laut tertinggi yang pernah dicatat untuk bulan Agustus.

Temperatur permukaan laut juga masih berada pada level sangat tinggi di sebagian besar kawasan Pasifik tropis. Pada saat yang sama, kondisi El Nino semakin menguat dan berpotensi berkembang menjadi salah satu fenomena paling kuat yang pernah terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Rekor suhu tersebut menjadi indikasi semakin kuatnya pengaruh perubahan iklim terhadap munculnya fenomena ekstrem, baik di atmosfer maupun lautan.

Dampaknya pun semakin terasa terhadap kehidupan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta keberlangsungan ekosistem di berbagai belahan dunia.

"Dampak yang semakin besar terhadap masyarakat, perekonomian, dan ekosistem di seluruh dunia," ujar Samantha Burgess, pemimpin strategis bidang iklim di Pusat Prakiraan Cuaca Jangka Menengah Eropa.

x|close