Basarnas Kerahkan 18 Kapal dan Helikopter Cari Delapan Warga di Selat Sunda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Sep 2026, 11:29
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto menyampaikan pernyataan di sela Operasi SAR di Pandeglang, Banten, Senin, 14 September 2026. Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto menyampaikan pernyataan di sela Operasi SAR di Pandeglang, Banten, Senin, 14 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Pandeglang - Basarnas memperluas operasi pencarian dan pertolongan terhadap delapan warga yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih hilang kontak di perairan Selat Sunda. Pada hari ketujuh pencarian, sebanyak 18 kapal dan satu helikopter dikerahkan untuk menyisir area yang mencapai 6.649 Nautical Mile (NM) persegi.

Kepala Sub-Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan pencarian pada Senin, 14 September 2026, difokuskan pada sejumlah sektor, terutama Sektor X yang sebelumnya memiliki beberapa temuan selama proses pencarian.

"Pada operasi hari ketujuh, tim SAR mengoptimalkan 18 kapal dan satu helikopter untuk menyisir wilayah pencarian yang diperluas hingga 6.649 Nautical Mile (NM) persegi," kata Kepala Sub-Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto di Pandeglang, Banten, Senin, 14 September 2026.

Menurut Rizky, Sektor X menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian lebih karena tim SAR menemukan sejumlah petunjuk pada pencarian hari ketiga hingga keenam. Oleh sebab itu, penyisiran kembali dilakukan dengan menambah alat utama di kawasan tersebut.

Baca JugaBasarnas Kerahkan 11 Kapal dan Helikopter Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

"Di Sektor X terdapat beberapa temuan dari hari ketiga sampai keenam, sehingga akan dilakukan penyisiran ulang secara lebih fokus. Karena itu alut (alat utama) diperbanyak di wilayah tersebut," katanya.

Sektor X memiliki luas pencarian 831 NM persegi. Wilayah tersebut disisir menggunakan KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, KRI Leuser, RBB Pulau Peucang, KP 2016, KP 2013, KP 1003, KP 1012, KP 1010, KP 1007, dan KP URC-Rhan.

Sementara itu, Sektor Z dengan cakupan 512 NM persegi menjadi wilayah operasi KN SAR Basudewa. KRI Teluk Gilimanuk melakukan pencarian di Sektor V yang memiliki luas 1.182 NM persegi.

Untuk Sektor W dengan luas 1.167 NM persegi, operasi melibatkan KRI Lepu, KAL Anyer, dan KN SAR Antasena. Kemudian Sektor U seluas 481 NM persegi ditangani KP Sanjaya, sedangkan RIB 02 SAR Lampung menyisir Sektor Y dengan luas 413 NM persegi.

Baca JugaBasarnas Optimalkan Kekuatan Cari Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Pencarian melalui udara dilakukan di Sektor H yang memiliki cakupan paling luas, yakni 2.063 NM persegi. Basarnas merencanakan penyisiran menggunakan helikopter Dolphin HR-3604.

"Luas area pencarian di arus permukaan air hari ini mencapai 4.586 NM persegi, sedangkan area pencarian melalui udara seluas 2.063 NM persegi," paparnya.

Selain menggunakan armada laut dan udara, tim SAR turut menyiapkan pencarian melalui jalur darat di kawasan pesisir. Penyisiran dilakukan mulai dari Pantai Carita hingga Pantai Anyer.

Pencarian di sekitar pulau-pulau yang berada di kawasan Gunung Anak Krakatau juga terus dilakukan. Beberapa lokasi yang disisir meliputi Pulau Sertung, Pulau Rakata Besar, dan Pulau Panjang.

"Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas peluang menemukan keberadaan delapan warga yang hingga kini masih dalam pencarian," tuturnya.

(Sumber: Antara)

x|close