Keluarga Wili Mbuik Minta Jaminan Keamanan Warga NTT di Papua

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Sep 2026, 11:05
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Keluarga menangis histeris saat menyambut kedatangan peti berisi jenazah Wili Mbuik yang tiba di Bandara El Tari Kupang, Provinsi NTT Keluarga menangis histeris saat menyambut kedatangan peti berisi jenazah Wili Mbuik yang tiba di Bandara El Tari Kupang, Provinsi NTT (Antara)

Ntvnews.id, Kupang - Keluarga Wili Mbuik, korban penembakan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, meminta pemerintah memastikan keamanan warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih berada di wilayah tersebut.

Perwakilan keluarga, Eran Sipa, mengatakan terdapat sekitar empat hingga lima warga asal Rote Ndao yang berasal dari kampung yang sama dengan Wili dan masih berada di Jayawijaya.

"Kami keluarga ingin menyampaikan kepada Bapak Wakil Gubernur bahwa masih ada empat hingga lima orang anak kami yang satu kampung masih berada di sana. Semalam, menelepon dan mengabarkan bahwa mereka saat ini diteror dan tidak bisa keluar dari rumah," katanya.

Eran mengatakan warga tersebut kini berlindung di rumah seorang pendeta setempat. Pendeta yang merupakan warga asli Papua tersebut memberikan perlindungan kepada mereka di tengah kondisi yang dinilai mengancam keselamatan.

Keluarga berharap Wili menjadi korban terakhir dalam kejadian tersebut. Mereka juga meminta pemerintah dan aparat keamanan segera memberikan perlindungan maksimal kepada warga NTT lainnya yang masih berada di Papua Pegunungan.

Baca Juga: Temuan Selongsong 2 Kaliber Jadi Petunjuk Baru Pengusutan Penembakan 3 ASN

"Kami tidak mau ada korban berikutnya. Cukup sudah Adik Wili yang menjadi korban," kata Eran.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menilai kasus tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat keamanan, khususnya dalam memberikan perlindungan kepada warga sipil serta aparatur negara yang menjalankan tugas di wilayah berisiko tinggi.

"Kematian Nona Wili harus menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat keamanan. Seringkali dalam pusaran konflik politik dan teritorial, suara dan keselamatan warga sipil serta para abdi negara yang tidak bersenjata terabaikan. Berapa banyak lagi sarjana-sarjana muda potensial, dokter, guru, dan penyuluh pertanian yang harus menjadi korban di tanah Papua?" ujarnya.

Johni mengatakan Pemerintah Provinsi NTT akan mengambil langkah untuk membantu menjamin keselamatan warga asal NTT yang masih berada di Papua Pegunungan.

"Kita sudah mendengar harapan dari keluarga terhadap beberapa anggota keluarga yang masih ada di Papua. Kita berjanji untuk melakukan hal yang terbaik bagi keluarga Mbuik yang masih berada di Papua, yang saat ini hidup dalam ancaman, ketakutan, dan kekhawatiran. Pemprov NTT akan melakukan yang terbaik," katanya.

Pemprov NTT juga menyatakan akan memenuhi hak-hak Wili dan keluarganya.

Baca Juga: 3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Jadi Korban Penembakan di Muliama

Sebelumnya, Wili merupakan satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang meninggal dalam penembakan terhadap rombongan mereka di Distrik Muliama pada Rabu, 9 September 2026.

Rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang berjumlah 11 orang tersebut sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat ketika mengalami serangan. Delapan anggota rombongan lainnya berhasil menyelamatkan diri.

Selain Wili, dua korban meninggal lainnya adalah Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya Aprida Rapi dan dokter hewan Alfonsius Albinus Mehan.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kelompok yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut dan memburu para pelaku.

(Sumber: Antara)

x|close