Update Penanganan Gempa NTT: 136 Korban Meninggal, Verifikasi Hunian Capai 70 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Sep 2026, 11:22
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Seorang warga membersihkan rumah yang rusak akibat gempa di Desa Lidi, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (4/9/2026). Arsip foto - Seorang warga membersihkan rumah yang rusak akibat gempa di Desa Lidi, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (4/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat akumulasi korban jiwa akibat guncangan gempa bumi di Nusa Tenggara Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 136 orang. Dari total tersebut, sebanyak 88 korban dilaporkan meninggal dunia secara tidak langsung atau setelah sempat menjalani penanganan medis.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas gugurnya para warga terdampak bencana yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus lalu.

"Kami menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya terkait meninggalnya sejumlah warga Indonesia akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari gempa bumi," kata Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Berton memaparkan bahwa guncangan gempa tak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga memicu kerusakan fisik berskala masif. Total bangunan rumah warga yang terdampak tercatat mencapai 102.384 unit, meliputi kategori rusak berat, sedang, hingga ringan.
 

Guna memastikan ketepatan penyaluran bantuan stimulan pemulihan hunian, tim gabungan BNPB bersama pemerintah daerah kini tengah gencar menggelar verifikasi lapangan untuk memetakan tingkat kerusakan rumah penduduk.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan bahwa proses verifikasi fisik tersebut menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga saat ini, pemetaan di seluruh wilayah terdampak telah menyentuh angka 70 persen dari keseluruhan target.

"Targetnya seluruh rangkaian proses verifikasi data fisik rumah rusak tersebut dapat dirampungkan secara menyeluruh pada pekan depan agar tahapan pencairan bantuan perbaikan dapat segera dieksekusi," cetusnya.

Di sisi lain, BNPB terus berupaya menopang kebutuhan dasar para pengungsi di lapangan. Bantuan logistik darurat dengan total akumulasi mencapai 2.178 ton telah disalurkan secara bertahap melalui dua posko utama di wilayah NTT.

Penyaluran bantuan tersebut dipusatkan di dua titik tumpu distribusi, yakni sebanyak 1.379 ton dialokasikan melalui posko Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, serta 664 ton sisanya disalurkan lewat wilayah Maumere di Kabupaten Sikka.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close