Ntvnews.id
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, yang menegaskan bahwa dukungan finansial tersebut dapat direalisasikan melalui pendanaan dari negara-negara koalisi Teluk.
Langkah ini dinilai sebagai salah satu upaya besar untuk mendorong stabilitas kawasan sekaligus membuka jalan bagi pemulihan ekonomi Iran yang selama bertahun-tahun terdampak sanksi dan ketegangan geopolitik.
Menurut J.D. Vance, dana ratusan miliar dolar tersebut dapat diakses Iran selama pemerintah di Teheran memenuhi kewajiban yang telah disepakati dalam proses perdamaian.
"Dana tersebut merupakan hal yang dapat mereka akses, dengan didanai oleh koalisi Teluk, sepanjang mereka mematuhi kewajibannya," kata Vance, dikutip Selasa, 16 Juni 2026.
Pernyataan itu disampaikan sebagai respons terhadap laporan yang menyebut Iran akan menerima bantuan ekonomi besar sebagai bagian dari kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.
Pemerintah Amerika Serikat juga menyatakan tidak keberatan apabila negara-negara Teluk berpartisipasi aktif dalam pembangunan kembali ekonomi Iran melalui investasi jangka panjang.
Menurut Vance, investasi tersebut justru dapat menjadi langkah positif untuk memperkuat stabilitas kawasan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Iran.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. (Antara)
Namun, ia menegaskan bahwa seluruh dukungan ekonomi hanya akan diberikan apabila Iran menunjukkan komitmen nyata terhadap kesepakatan yang telah dibuat. Amerika Serikat menetapkan sejumlah syarat penting yang harus dipenuhi Iran sebelum mendapatkan akses terhadap dana rekonstruksi tersebut.
Beberapa syarat utama yang disebutkan antara lain penghentian program pengembangan senjata nuklir, penghapusan cadangan uranium yang telah diperkaya, serta keterbukaan penuh terhadap sistem inspeksi dan pengawasan internasional.
Vance menekankan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat internasional bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir di masa depan
"Kami sepenuhnya terbuka dengan langkah negara-negara Teluk untuk berinvestasi dalam rekonstruksi di Iran. Asalkan Iran mengakhiri program nuklir mereka, menghilangkan uranium diperkaya mereka, dan terbuka sepenuhnya terhadap pengawasan dan langkah penegakan, yang dapat meyakinkan rakyat Amerika kalau mereka tak akan pernah memiliki senjata nuklir," ujarnya.
Sebelumnya, media Iran melaporkan bahwa rancangan nota kesepahaman perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat memuat komitmen dukungan ekonomi dalam jumlah besar bagi Teheran.
Laporan tersebut menyebut Amerika Serikat bersama sekutunya diwajibkan mendukung proses pemulihan ekonomi Iran dengan nilai minimal 300 miliar dolar AS.
(Sumber: Antara)
Bendera Amerika Serikat/ist