Ntvnews.id, Jakarta - Pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja, akhirnya angkat bicara terkait pemasangan pagar tinggi di kawasan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, yang belakangan menjadi sorotan publik. Ia memastikan pagar tersebut akan segera dibongkar karena bukan merupakan kebijakan perusahaan di tingkat pusat.
Alexander menjelaskan, keputusan memasang pagar di area mal sepenuhnya diambil oleh manajemen setempat tanpa persetujuan maupun instruksi dari pemegang saham dan kantor pusat Pakuwon Group. Karena itu, perusahaan telah memutuskan untuk segera mencabut pagar tersebut.
"Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (2/8/2026).
Pernyataan Alexander juga dibenarkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan pendiri Pakuwon Group tersebut untuk membahas polemik pemasangan pagar di Mal Kota Kasablanka.
Menurut Maruarar, Alexander memastikan pembongkaran pagar akan segera dilakukan. Selain itu, penataan di berbagai properti milik Pakuwon Group juga akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku agar tidak memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
"Saya juga sudah berbicara langsung dengan Pak Alex Tedja. Beliau mengatakan itu hanya inisiatif manajemen lokal dan akan segera diselesaikan," ujar Maruarar.
Baca Juga: Istri Pemilik Hanania Travel Jadi Tersangka, Polisi Tak Tahan di Rutan karena Punya Balita
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia yang juga Chairman Lippo Group, James T. Riady, menilai pemasangan pagar di pusat perbelanjaan bukanlah hal baru. Menurutnya, seluruh mal milik Lippo Group pernah menerapkan langkah serupa ketika Indonesia menghadapi kerusuhan pada masa lalu.
Namun, ia menegaskan bahwa pagar-pagar tersebut telah lama dibongkar setelah kondisi keamanan kembali normal sehingga keberadaannya kini sudah tidak lagi diperlukan.
"Dulu semua mal memasang pagar ketika terjadi kerusuhan. Sekarang sudah tidak diperlukan lagi karena situasi sudah tenang," katanya.
James juga menilai pemasangan pagar di sejumlah lokasi saat ini hanya merupakan kasus yang bersifat terbatas dan tidak mencerminkan kebijakan industri pusat perbelanjaan secara umum. Ia menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya berasal dari manajemen lokal, bukan instruksi pemilik perusahaan maupun kantor pusat.
"Itu hanya inisiatif manajemen lokal, bukan kebijakan pemilik ataupun kantor pusat. Bahkan setelah dikonfirmasi, pagar seperti itu memang tidak diperlukan," tegasnya.
Sebagai informasi, Mal Kota Kasablanka merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang berada di bawah pengelolaan Pakuwon Group. Selain Kokas, perusahaan properti tersebut juga mengoperasikan sejumlah mal besar di Surabaya, antara lain Pakuwon Mall, Tunjungan Plaza, Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall. Beberapa mal tersebut sebelumnya juga diketahui sempat dipasangi pagar.
Sebelumnya, pagar setinggi sekitar 2,5 meter terlihat terpasang di sebagian area depan Mal Kota Kasablanka. Bentangan pagar diperkirakan mencapai sekitar 100 meter, mulai dari area dekat pintu masuk kendaraan hingga mendekati jalur keluar mobil.
Meski demikian, pagar tersebut tidak menutup seluruh bagian depan mal. Sebagian besar area tetap terbuka, sementara beberapa titik lainnya hanya menggunakan pagar kaca dengan tinggi kurang dari satu meter yang tetap mengedepankan unsur estetika.
Pusat perbelanjaan Kota Kasablanka (Kokas) memasang pagar dekat pintu masuk utama mobil dari Jalan Raya Casablanca, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026. (Antara)