APINDO Nilai Pemasangan Pagar di Mal Bukan Cerminan Memburuknya Situasi Keamanan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Agu 2026, 09:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani menilai belum ada indikasi yang menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi keamanan di kalangan pengelola pusat perbelanjaan, meski muncul kabar mengenai pemasangan pagar pembatas di salah satu mal.

Menurut Shinta, langkah tersebut kemungkinan merupakan kebijakan internal pengelola dan tidak dapat diartikan sebagai tanda memburuknya kondisi keamanan secara umum.

"Saya juga belum bicara sama pemilik. Mungkin ada alasan-alasan lebih ke alasan keamanan saja supaya mereka bisa menjaga situasi keamanan. Saya juga belum tahu sih, belum bicara sama pemilik," ujar Shinta usai menghadiri agenda Presidential Briefing Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Ia mengatakan APINDO belum memberikan perhatian khusus terhadap pemasangan pagar tersebut karena sistem pengamanan merupakan kewenangan masing-masing pengelola pusat perbelanjaan.

"Itu kan hak mereka masing-masing. Kita tidak terlalu memperhatikan secara detail ada yang pasang pagar atau pasang apa," katanya.

Shinta juga menegaskan bahwa pemasangan pagar tidak terjadi secara menyeluruh di seluruh pusat perbelanjaan sehingga tidak dapat digeneralisasi sebagai tren.

"Ini juga kan tidak terjadi di semua mal. Ini kan cuma satu mal dan itu mungkin ada alasannya kenapa di situ dipagari. Tapi nanti mungkin akan kami cek," ujarnya.

Baca Juga: Pramono Soal Pagar di Mal: Nanti pada Saatnya Akan Saya Minta Dilepas

Menurutnya, hingga kini APINDO tidak melihat adanya kebutuhan bagi seluruh pusat perbelanjaan untuk mengambil langkah serupa.

"Kita sih tidak ada kekhawatiran bahwa semua harus memagari atau karena situasi itu, enggak sih," katanya.

Shinta mengaku belum menerima laporan dari pemilik maupun pengembang pusat perbelanjaan mengenai adanya persoalan keamanan tertentu yang menjadi alasan di balik pemasangan pagar tersebut.

"Saya belum dengar dari spesifik pemilik atau pengembang bahwa ada permasalahan tertentu. Yang pasti, setiap mal punya caranya masing-masing untuk menjaga keamanan. Memasang pagar atau fasilitas lain itu bisa saja dilakukan kapan saja, bukan hanya karena situasi hari ini," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Shinta menjelaskan isu keamanan tidak menjadi materi pembahasan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para pelaku usaha. Menurutnya, Presiden lebih banyak menyampaikan pandangan mengenai perkembangan ekonomi global dan dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi dunia usaha di Indonesia.

"Kalau Bapak Presiden, kita melihat secara global kondisi ekonomi. Ini kesempatan beliau menyampaikan visi-visinya mengenai kondisi geopolitik. Pengusaha juga sudah di-warning bahwa kondisi geopolitik pasti memengaruhi kita," katanya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani <b>(NTVnews)</b> Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Kamdani (NTVnews)

Ia menambahkan, Presiden juga menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan global.

Di sisi lain, APINDO akan memanfaatkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Makassar sebagai forum untuk menghimpun masukan dari pelaku usaha di berbagai daerah mengenai kondisi ekonomi dan berbagai tantangan yang mereka hadapi.

"Kami akan mendapatkan masukan-masukan dari teman-teman di daerah. Tadi juga teman-teman daerah menyampaikan situasi di beberapa wilayah dan kaitannya dengan kebijakan-kebijakan nasional," ujarnya.

Shinta menilai forum Presidential Briefing menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan aspirasi dunia usaha karena dihadiri sejumlah menteri, sehingga berbagai persoalan dapat langsung memperoleh perhatian pemerintah.

"Bagus tadi juga para menteri hadir, jadi langsung Bapak Presiden menyampaikan, 'oh iya ini harus jadi perhatian'. Saya rasa kesempatan ini baik," katanya.

HIGHLIGHT

x|close