Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mengajak keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memaknai Hari Khidmat bukan hanya sebagai momentum kelembagaan, tetapi juga sebagai pengingat sejarah panjang kontribusi umat Islam dan para tokoh haji dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Dahnil mengatakan Hari Khidmat diperingati setiap 8 September karena bertepatan dengan lahirnya Kemenhaj, yang ditandai dengan pelantikan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah. Pada awal pembentukannya, jajaran Kemenhaj berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.
“Hari ini, lebih dari 5.000 ASN telah menjadi bagian dari Kemenhaj. Kita hadir untuk bersama-sama melayani dan berkhidmat kepada jemaah,” ujar Dahnil dalam agenda Doa dan Zikir Hari Khidmat Haji dan Umrah di Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Asosiasi Penyelenggara Haji Khusus Indonesia (ASPHIRASI) di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur pada Rabu, 15 Juli 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenhaj turut menjelaskan makna pakaian yang dikenakan dalam momentum Hari Khidmat. Menurutnya, pakaian tersebut menjadi simbol untuk mengingat kembali peran para tokoh haji dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Dahnil menyebut sejumlah tokoh pergerakan nasional, seperti HOS Tjokroaminoto, KH Ahmad Dahlan, dan Haji Samanhudi, memiliki keterkaitan erat dengan tradisi haji sekaligus perjuangan dalam membangun bangsa.
“Para pendiri bangsa memiliki jejak yang kuat dengan tradisi haji. Karena itu, pakaian ini menjadi simbol kebangsaan, perjuangan, kemerdekaan, pendidikan, nasionalisme, dan religiusitas,” katanya.
Menurut Dahnil, sejarah tersebut penting untuk terus diingat agar keberadaan Kemenhaj tidak dipandang semata-mata sebagai institusi administratif. Kemenhaj juga memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan haji dan umrah yang semakin baik bagi masyarakat.
Ia berharap nilai sejarah dan semangat perjuangan para tokoh tersebut dapat menjadi energi bagi seluruh ASN Kemenhaj dalam menjalankan tugas pelayanan kepada jemaah.
“Yang ingin kita bangun adalah pelayanan haji yang semakin baik, dengan semangat kebangsaan, religiusitas, dan pengabdian kepada jemaah,” pungkasnya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan keterangan kepada media usai menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di asrama haji Banten di Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (Antara)