Ntvnews.id, Jakarta - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan mendoakan agar kondisi Indonesia tetap aman. Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi munculnya isu terkait sejumlah pusat perbelanjaan yang memasang pagar lebih tinggi di kawasan Jakarta.
"Kita doakan bangsa kita aman. Jadi, kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan tuh sebaiknya diklarifikasi juga," kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.
Hasan meminta media dan masyarakat untuk memeriksa kebenaran berbagai informasi yang beredar, terutama yang dinilai dapat memicu ketakutan atau fear mongering. Menurutnya, isu-isu tersebut perlu diverifikasi langsung agar tidak menimbulkan keresahan yang tidak berdasar.
“Teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar enggak fear mongering yang sedang beredar itu, ketakutan-ketakutan yang sedang beredar itu betul-betul nyata apa tidak. Kan teman-teman bisa cek di lapangan," ujarnya.
Ia menegaskan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk pesimistis karena pemerintah terus bekerja menjalankan berbagai program. Hasan pun kembali mengingatkan agar setiap informasi yang menimbulkan kekhawatiran terlebih dahulu dipastikan kebenarannya.
“Dan enggak ada alasan buat kita enggak maju kan? Gitu, jadi yang fear mongering-fear mongering itu teman-teman cek di lapangan, ya. Saya rasa nanti teman-teman bisa menemukan itu benar enggak sih, gitu," imbuh Hasan.
Baca Juga: Dirut Agrinas Ngaku Tak Tahu Ada Pembahasan Pengadaan Kipas Angin Kopdes Rp1,8 Triliun
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta agar pagar-pagar tinggi yang dipasang di sejumlah mal dan gedung perkantoran dibongkar. Ia mengaku telah mengamati adanya peningkatan pagar di beberapa lokasi yang diduga dipicu kekhawatiran terhadap situasi keamanan.
Menurut Pramono, kekhawatiran tersebut dinilai berlebihan dan tidak perlu dipertahankan. Ia meyakini situasi keamanan di Jakarta tetap kondusif sehingga pemasangan pagar tinggi tidak diperlukan.
“Mungkin bagian dari kekhawatiran. Tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Pramono.
Pramono menduga kekhawatiran tersebut berkaitan dengan demonstrasi yang terjadi pada Agustus tahun lalu. Namun, ia optimistis kondisi serupa tidak akan kembali terulang pada tahun ini.
“Karena kekhawatiran yang berlebihan juga tidak baik," ujarnya.
“Ya kekhawatiran seperti bulan Agustus tahun lalu, tapi mudah-mudahan enggak. Saya yakin enggak, saya yakin enggak," ungkap dia.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat keamanan akan terus menjaga situasi ibu kota tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
“Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," ujar dia.
Hasan Nasbi (NTVnews)