Pakuwon Mall Solo Baru Buka Suara soal Pagar Tinggi, Bantah Terkait Antisipasi Kerusuhan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 08:38
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pakuwon Mall Solo Pakuwon Mall Solo (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Manajemen Pakuwon Mall Solo Baru memberikan penjelasan terkait pemasangan pagar besi setinggi 2,5 meter di kawasan mal yang belakangan menjadi perhatian publik. Kebijakan tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi di media sosial, namun pihak pengelola menegaskan langkah itu dilakukan sebagai bagian dari peningkatan aspek keselamatan dan pengelolaan kawasan.

Direktur Marketing Pakuwon, Sutandi, mengatakan pemasangan pagar tidak berkaitan dengan prediksi atau antisipasi terhadap situasi tertentu. Menurutnya, tujuan utama kebijakan tersebut adalah menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi pengunjung yang datang ke pusat perbelanjaan.

"Yang jelas Pakuwon itu bukan peramal. Kita enggak tahu mau terjadi apa," ujar Sutandi kepada awak media, Minggu (2/8).

Ia menjelaskan, karakteristik Pakuwon Mall Solo Baru yang mengusung konsep area terbuka membuat pengunjung kerap masuk dari berbagai sisi dan menyeberang jalan secara langsung menuju area mal. Kondisi tersebut dinilai memiliki potensi risiko terhadap keselamatan pengunjung, terutama di tengah meningkatnya aktivitas di kawasan tersebut.

"Awalnya kita berpikir Pakuwon Mall itu kan areanya terbuka lebar sekali. Kalau semua orang nyebrang masuk sembarangan, ini kan bahaya buat mereka sendiri nyebrang," katanya.

Baca Juga: Harga Emas Antam Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp2,41 Juta-Rp2,72 Juta per Gram Pekan Ini

Sebagai bagian dari upaya pengamanan kawasan, pagar dipasang di sejumlah titik strategis, mulai dari sisi utara, bagian depan, sisi selatan pintu masuk utama, hingga sisi timur dan area pejalan kaki. Desain pagar juga dibuat dengan bagian atas yang runcing dan melengkung ke arah luar untuk mencegah upaya pemanjatan.

Sutandi menegaskan bahwa pemasangan pagar bukanlah kebijakan baru dalam lingkungan Pakuwon Group. Menurutnya, konsep serupa telah diterapkan di sejumlah properti lain milik perusahaan, termasuk Royal Plaza Surabaya sejak 2006. Sementara itu, desain yang digunakan mengadopsi konsep yang telah diterapkan di Blok M Plaza Jakarta.

"Sekarang berkembangnya zaman, terus Pakuwon City sendiri sudah semakin maju, kita harus perbaiki, kita harus upgrade. Itu saja, simple as that," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan fasilitas dan peningkatan standar keamanan merupakan bagian dari penyesuaian terhadap pertumbuhan kawasan Solo Baru yang semakin berkembang. Karena itu, berbagai pembaruan infrastruktur terus dilakukan untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Menutup keterangannya, Sutandi berharap aktivitas masyarakat dan perekonomian tetap berjalan dengan baik serta situasi tetap kondusif.

"Kita berharap semua baik-baik saja. Memang ekonomi kenapa? Ekonomi baik-baik saja," pungkasnya.

HIGHLIGHT

x|close