Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah menyarankan kepada Israel agar memberikan ruang bagi Suriah untuk menghadapi kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Menurutnya, operasi militer Israel di Lebanon selama ini telah menimbulkan terlalu banyak korban jiwa.
Dilansir dari AFP, Kami, 18 Juni 2026, Trump meyakini Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, memiliki kemampuan untuk menangani Hizbullah apabila Israel tidak mampu melakukannya secara efektif.
Trump bahkan memberikan apresiasi kepada Al-Sharaa yang dinilainya telah menunjukkan kinerja yang baik sejak memimpin Suriah.
"Saya menyarankan kepada Israel untuk membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena, sejujurnya, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik," kata Trump saat berbicara dalam KTT G7 di Prancis pada Selasa (16/6) waktu setempat.
Ia menilai pendekatan Suriah berpotensi lebih efektif dibanding operasi militer Israel yang selama ini berlangsung.
"Jika Israel tidak dapat melakukan pekerjaan itu (memerangi Hizbullah) tanpa membunuh semua orang, maka dia (Al-Sharaa-red) akan melakukan pekerjaan itu. Suriah akan melakukan pekerjaan itu," cetusnya.
Baca Juga: Trump Kritik Serangan Israel di Lebanon
Meski demikian, Trump mengingatkan bahwa Al-Sharaa bukan sosok tanpa kontroversi. Ia menyinggung latar belakang Al-Sharaa yang pernah menjadi anggota Al-Qaeda dan kemudian mengambil alih kepemimpinan Suriah setelah runtuhnya pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad.
Namun demikian, Trump tetap memberikan penilaian positif atas upaya Al-Sharaa dalam menyatukan Suriah setelah konflik sipil yang berlangsung hampir 14 tahun.
Menurut Trump, Al-Sharaa "sangat bagus" dalam menangani Hizbullah dan dia "tidak menyukai mereka".
Dalam forum G7 tersebut, Trump juga melontarkan kritik yang jarang terjadi terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia meminta pemerintah Israel lebih berhati-hati dalam menangani konflik yang melibatkan Lebanon.
Presiden AS itu menyerukan agar Netanyahu menunjukkan sikap yang lebih bertanggung jawab terhadap situasi di negara tetangga tersebut.
"Saya tidak senang dengan cara Israel menangani Lebanon dan Hizbullah. Mereka seharusnya bisa menyelesaikan pekerjaan itu lebih cepat," kata Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat (25/42026). ANTARA/Anadolu/Celal Güne?. (Antara)
Trump juga menyoroti penggunaan kekuatan militer Israel yang dinilainya berlebihan dalam operasi melawan Hizbullah. Menurutnya, perang yang berkepanjangan telah menimbulkan terlalu banyak korban di kalangan warga sipil.
Ia menegaskan bahwa operasi militer tidak seharusnya dilakukan dengan cara yang membahayakan banyak orang yang tidak terlibat dalam konflik.
"Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang, karena ada banyak orang di gedung-gedung apartemen tersebut -- dan tidak semuanya anggota Hizbullah," ucap Trump dalam kritikan terhadap Netanyahu.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu kritik paling terbuka yang disampaikan Trump terhadap kebijakan militer Israel dalam menghadapi Hizbullah di Lebanon.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)