Presiden Korsel Minta Trump Bantu Buka Jalan Dialog dengan Kim Jong Un

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 09:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Lee Jae Myung Lee Jae Myung (Antara/Anadolu)

Ntvnews.id, Seoul - Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, meminta Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membantu mendorong terciptanya perdamaian dengan Korea Utara.

Dilansir dari Yonhap, Kamis, 18 Juni 2026, permintaan tersebut muncul setelah Trump kembali mengunggah foto pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang berlangsung di Singapura pada 2018 lalu.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis kantor Presiden Korea Selatan, Lee berharap Trump dapat memainkan peran penting dalam membuka jalan menuju penyelesaian masalah di Semenanjung Korea.

"Presiden Lee meminta agar ia (Trump) memimpin dalam mencapai resolusi damai untuk masalah Korea Utara, seperti halnya ia telah menyelesaikan konflik di Timur Tengah," demikian pernyataan kantor Presiden Lee.

Menanggapi permintaan tersebut, Trump menyatakan kesediaannya untuk mendukung upaya penyelesaian persoalan yang melibatkan Korea Utara.

"Presiden Trump menyatakan komitmennya untuk bekerja menuju resolusi masalah Korea Utara," lanjut pernyataan itu.

Baca Juga: Timnas Korea Selatan Boikot Media Lokal Usai Hina Son Heung Min

Sejak menjabat, Lee dikenal mengadopsi pendekatan yang lebih terbuka terhadap Pyongyang dibandingkan pendahulunya, Yoon Suk Yeol, yang selama masa pemerintahannya mengambil sikap lebih tegas terhadap Korea Utara.

Namun, pendekatan yang lebih lunak tersebut belum mendapat respons positif dari Pyongyang. Pemerintah Korea Utara tetap memandang Korea Selatan sebagai musuh utama dan berulang kali menegaskan statusnya sebagai negara bersenjata nuklir yang tidak dapat diubah.

Sejumlah pengamat menilai peluang terjadinya pertemuan baru antara Kim Jong Un dan Trump masih sangat kecil dalam waktu dekat.

"Dari perspektif Korea Utara, praktis tidak ada alasan untuk bertemu dengan Amerika Serikat," kata pengamat Universitas Studi Korea Utara di Seoul, Yang Moo Jin.

Lee Jae-myung <b>(BBC)</b> Lee Jae-myung (BBC)

Di tengah hubungan yang membeku dengan Seoul, Kim Jong Un justru memperkuat hubungan dengan sejumlah negara lain. Sejak tahun lalu, Korea Utara dilaporkan mengirim pasukan dan amunisi untuk mendukung Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Selain itu, Kim baru-baru ini menerima kunjungan Presiden China, Xi Jinping, di Pyongyang. Pertemuan tersebut berlangsung tidak lama setelah Xi menggelar pembicaraan terpisah dengan Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Beijing.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Korea Utara saat ini lebih fokus memperkuat hubungan strategis dengan mitra-mitra utamanya, meskipun Seoul terus berupaya membuka kembali jalur dialog dan rekonsiliasi antar-Korea.

x|close