Ntvnews.id, Mexico City - Pemerintah Meksiko menyatakan akan mengambil langkah hukum terhadap Amerika Serikat (AS) menyusul meninggalnya 17 warga negara Meksiko dalam tahanan Immigration and Customs Enforcement (ICE) maupun saat operasi penegakan imigrasi yang dilakukan lembaga tersebut.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menyampaikan keputusan itu dalam konferensi pers di Istana Nasional, Mexico City, Kamis, 9 Juli 2026.
Dalam pemaparan pemerintah, tercatat 14 warga Meksiko meninggal dunia ketika berada di fasilitas penahanan ICE. Sementara tiga warga lainnya tewas dalam operasi penegakan imigrasi yang dilakukan oleh lembaga tersebut.
Menteri Luar Negeri Meksiko Roberto Velazquez Alvarez mengatakan pemerintah tidak lagi hanya melakukan pendekatan diplomatik, tetapi akan melanjutkan dengan proses hukum untuk mencari pihak yang bertanggung jawab atas kematian para warga negaranya.
Baca Juga: 3 Orang Tewas dalam Euforia Perayaan Kemenangan Meksiko di Piala Dunia
"Kementerian Luar Negeri akan meminta dukungan Kejaksaan Agung untuk secara resmi mengajukan tuntutan pidana terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab kepada jaksa negara bagian dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat atas kematian warga negara Meksiko di dalam tahanan ICE maupun dalam operasi ICE," kata Alvarez.
Alvarez menjelaskan sebelumnya pemerintah Meksiko telah melakukan berbagai langkah melalui jalur diplomasi dan konsuler. Upaya tersebut termasuk pemberian bantuan hukum serta dukungan keuangan bagi keluarga korban.
Selain itu, Meksiko telah menyampaikan 11 nota protes diplomatik kepada pemerintah AS terkait kasus-kasus tersebut. Pemerintah Meksiko juga meminta penyelidikan menyeluruh terhadap seluruh kejadian yang menyebabkan warganya meninggal.
"Dengan kata lain, kami akan melampaui ranah diplomatik dan langsung mengajukan tuntutan pidana kepada jaksa di Amerika Serikat terkait insiden-insiden tersebut, serta meminta penyelidikan pidana atas apa yang telah dan sedang terjadi," ujar Alvarez.
Baca Juga: Meksiko Melangkah ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Ekuador 2-0
Tidak hanya menempuh jalur hukum terhadap pemerintah AS, Meksiko juga berencana mengajukan gugatan perdata terhadap perusahaan swasta yang mengelola fasilitas penahanan ICE.
Menurut Alvarez, pemerintah Meksiko akan mengirimkan surat penghentian pelanggaran kepada perusahaan-perusahaan tersebut terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan kondisi penahanan yang menyebabkan 14 warga Meksiko meninggal ketika berada dalam pengawasan kontraktor swasta.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menjadikan pengendalian arus migrasi sebagai salah satu fokus utama kebijakan dalam dan luar negeri.
Kebijakan itu dijalankan melalui operasi penegakan imigrasi yang lebih ketat terhadap komunitas migran di AS. Langkah tersebut mendapat kritik dari sejumlah organisasi internasional dan pemerintah karena dinilai berpotensi melanggar hak asasi manusia.
Dalam perkembangan terbaru terkait kebijakan tersebut, agen ICE menembak mati Lorenzo Salgado Araujo, warga Meksiko berusia 52 tahun, di Houston, Texas.
Lorenzo diketahui telah tinggal di Amerika Serikat selama 30 tahun. Ia meninggalkan seorang istri dan dua anak.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. (Antara)