Ntvnews.id, Istanbul - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain pada Minggu, 28 Juni 2026. Klaim tersebut disampaikan melalui laporan yang ditayangkan televisi nasional Iran, IRIB.
Menurut IRGC, operasi militer itu dilakukan dengan dukungan pasukan udara dan angkatan laut. Dalam serangan tersebut, delapan fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, serta sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan Armada Kelima AS di Bahrain disebut menjadi sasaran.
IRGC menyatakan aksi tersebut merupakan respons atas serangan yang sebelumnya dilakukan Amerika Serikat terhadap fasilitas milik Iran di wilayah Sirik dan Pulau Qeshm.
Berdasarkan laporan IRIB, serangan yang menggunakan rudal balistik dan drone itu terjadi beberapa jam setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Operasi tersebut disebut sebagai salah satu serangan langsung terbesar Iran terhadap aset militer AS di kawasan sejak konflik berlangsung.
Baca Juga: Menlu dari 7 Negara Bahas Upaya Perdamaian dan Masa Depan Gaza di Istanbul
Perkembangan terbaru ini terjadi meskipun Iran dan Amerika Serikat sebelumnya telah menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari.
Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Baca Juga: Erdogan Temui Delegasi Hamas di Istanbul, Bahas Perkembangan Situasi Gaza
Dalam MoU itu, kedua negara menyepakati sejumlah poin, termasuk penghentian perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade laut AS terhadap Iran, serta kelanjutan perundingan mengenai program nuklir Iran.
Laporan mengenai serangan tersebut pertama kali disampaikan oleh media pemerintah Iran, sementara perkembangan lebih lanjut terkait dampak maupun verifikasi independen atas klaim tersebut belum dijelaskan dalam laporan yang tersedia.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Asap mengepul setelah serangan drone Iran menghantam tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait, 1 April 2026. (Antara)