Iran Murka, AS Kembali Serang Wilayahnya Usai Kesepakatan Damai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Jun 2026, 11:09
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Kesepakatan damai negara Iran dan Amerika Serikat. Ilustrasi - Kesepakatan damai negara Iran dan Amerika Serikat. (Antara)

Ntvnews.idIstanbul - Pemerintah Iran mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah lokasi di kawasan pesisir selatan negara itu pada Sabtu, 27 Juni 2026. Teheran menilai tindakan tersebut melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta kesepakatan yang baru disepakati kedua negara untuk mengakhiri konflik.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran, serangan Amerika Serikat disebut menyasar fasilitas pemantauan yang berada di wilayah pesisir. Iran juga menegaskan haknya untuk melakukan pembelaan diri dan menyatakan bahwa angkatan bersenjatanya telah melancarkan serangan balasan terhadap target-target yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat.

Selain itu, Teheran meminta negara-negara di kawasan Teluk agar tidak memberikan akses wilayah maupun fasilitas mereka kepada pihak yang melakukan tindakan agresif terhadap Iran.

Iran juga mendesak PBB beserta berbagai lembaga internasional untuk tidak tinggal diam menghadapi pelanggaran hukum internasional yang dinilai dilakukan secara terang-terangan.

Baca Juga: PM Irak Tawarkan Baghdad Jadi Mediator Konflik Iran-AS

Sebelumnya, pada Jumat, 26 Juni 2026 malam, Amerika Serikat mengumumkan bahwa pasukannya telah menyerang sejumlah lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar milik Iran. Washington menuduh Teheran berada di balik serangan terhadap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Menanggapi tindakan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan angkatan lautnya telah menyerang beberapa posisi militer Amerika Serikat di kawasan. IRGC juga memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras apabila eskalasi konflik terus berlanjut.

Pada awal bulan ini, Iran dan Amerika Serikat sebenarnya telah mencapai nota kesepahaman berisi 14 poin yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Isi kesepakatan mencakup penghentian permusuhan di sejumlah front konflik, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran.

Baca Juga: Rusia Serukan Jalur Diplomasi Akhiri Konflik Iran-AS-Israel di Timur Tengah

Kedua negara juga sepakat melanjutkan perundingan selama 60 hari untuk merumuskan kesepakatan yang lebih menyeluruh dan berjangka panjang.

(Sumber: Antara)

x|close