Iran Kecam NATO Usai Akui Dukungan untuk Serangan AS ke Negaranya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jun 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. /ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi Amerika Serikat dan Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran melontarkan kecaman kepada Aliansi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setelah Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyatakan dukungannya terhadap Amerika Serikat dalam konflik melawan Teheran saat bertemu Presiden Donald Trump.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menilai pernyataan Rutte sebagai bukti keterlibatan langsung NATO dalam operasi militer yang menyasar negaranya.

"Ini merupakan pengakuan yang jelas dan memberatkan mengenai keterlibatan aktif NATO dalam perang agresi yang melanggar hukum terhadap sebuah negara anggota PBB yang berdaulat," tulis Baqaei melalui media sosial X.

Baqaei juga menuding aliansi militer tersebut telah melakukan "pelanggaran terang-terangan terhadap norma-norma fundamental hukum internasional dan prinsip-prinsip utama Piagam PBB."

Pernyataan keras dari Teheran itu muncul setelah Rutte mengungkap kepada Fox News bahwa ratusan pesawat militer Amerika Serikat diberangkatkan dari sejumlah pangkalan di Italia untuk mendukung operasi militer Washington terhadap Iran.

"Negara demi negara, sekutu demi sekutu, telah menyediakan pangkalan mereka untuk mendukung Operasi Epic Fury," kata Rutte kepada Fox News, merujuk pada nama operasi militer AS terhadap Iran.

Baca Juga: Israel Sebut Turki Kini Jadi Ancaman Lebih Besar daripada Iran

"Sebanyak 500 pesawat Amerika lepas landas dari pangkalan AS di Italia untuk mendukung Epic Fury," ujarnya.

Komentar tersebut disampaikan Rutte sebagai tanggapan atas kritik Presiden Donald Trump yang selama ini menilai NATO dan negara-negara anggotanya tidak memberikan dukungan yang cukup kepada Amerika Serikat dalam menghadapi Iran.

Selain Italia, Rutte juga menyebut Romania sempat membatasi penerbangan komersial karena sejumlah bandara di negara itu digunakan untuk mendukung operasional pesawat tanker selama konflik berlangsung.

Namun demikian, pemerintah Italia segera memberikan klarifikasi atas pernyataan tersebut. Kementerian Pertahanan Italia menilai komentar Rutte menciptakan "gambaran yang sepenuhnya menyesatkan" karena tidak membedakan jenis penerbangan yang diizinkan selama operasi berlangsung.

Menurut kementerian itu, Italia hanya memberikan izin bagi penerbangan Amerika Serikat yang bersifat "teknis dan logistik" dalam Operasi Epic Fury, sesuai dengan ketentuan kerja sama dan perjanjian yang telah lama berlaku antara kedua negara.

x|close