Ntvnews.id, Lombok - Presiden Prabowo Subianto mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, media sosial saat ini telah menjadi persoalan global karena kerap dimanfaatkan sebagai alat untuk memengaruhi opini publik.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, 10 Juli 2026.
Prabowo menilai media sosial dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki modal besar untuk memainkan narasi di ruang digital.
"Karena ada suatu, suatu penyakit bukan hanya di negara kita tapi di dunia ini sosmed. Ini bisa diperalat. Orang punya duit dia bisa main di sosmed," kata Prabowo.
Baca Juga: Prabowo Resmikan 5 Bendungan Senilai Rp 9,79 Triliun, Sebut Sebagai Simbol Perjuangan Bangsa
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, apa yang beredar di platform digital belum tentu mencerminkan kondisi yang sebenarnya.
"Jadi cerita di sosmed belum tentu cerita yang sebenarnya. Rakyat jangan tertipu ya, rakyat jangan tertipu. Percayalah kepada pemimpin yang telah kau pilih," ujarnya.
Sehari sebelumnya, Prabowo juga menegaskan bahwa seorang pemimpin yang tidak jujur kepada rakyat telah melakukan pengkhianatan terhadap negara. Pernyataan itu disampaikannya saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.
"Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya. Berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya. Berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan," ujar Prabowo.
Prabowo Subianto (Istimewa)