Prabowo: Saya Dapat Laporan, Banyak Petani yang Liburan ke Luar Negeri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jul 2026, 18:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto di Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena GBK Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026 Presiden Prabowo Subianto di Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena GBK Jakarta, Minggu, 12 Juli 2026 (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa semakin banyak petani Indonesia yang kini mampu berlibur ke luar negeri seiring meningkatnya tingkat kesejahteraan mereka. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tahun 2026, Minggu, 12 Juli 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaku ingin melihat langsung wajah para anggota koperasi yang menikmati hasil kerja keras mereka.

"Saya ingin lihat tampang-tampang koperasi ini. Muka-muka kalian, bukan muka orang yang bawa lari uang ke luar negeri," kata Prabowo.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa pemerintah telah menerima laporan mengenai meningkatnya kesejahteraan petani, yang ditandai dengan kemampuan sebagian dari mereka untuk berlibur ke luar negeri.

"Tapi enggak ada masalah, saya dapat laporan sekarang sudah banyak petani yang libur ke luar negeri. Enggak apa-apa, libur boleh. Kapan lagi petani libur ke luar negeri," jelasnya.

Baca Juga: Prabowo: 30 Tahun Terakhir, Ekonomi Indonesia Dikuasai Paham Ekonomi Neoliberal Bertentangan dengan UUD

Prabowo menegaskan pemerintah berkomitmen terus meningkatkan taraf hidup petani, nelayan, dan buruh melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Menurutnya, kebangkitan ekonomi nasional harus dimulai dari desa, kemudian berkembang ke tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Ia juga kembali menekankan bahwa selama ini potensi ekonomi Indonesia banyak mengalir ke luar, sehingga pemerintah kini berupaya mengembalikan manfaat ekonomi tersebut kepada masyarakat.

"Kita kembalikan sekarang, ekonomi akan turun ke rakyat," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan pemerintah tidak memiliki sikap anti terhadap perusahaan besar. Menurutnya, seluruh pelaku ekonomi, mulai dari UMKM, sektor swasta, hingga badan usaha milik negara dan daerah, memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Karena Indonesia ini negara besar, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN-BUMD. Kita butuh semuanya. Ini harus menjadi kekuatan," tegasnya.

x|close