Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menghadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 bertajuk ‘Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya’, yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta.
Kehadiran Menko Muhaimin bersama jajaran Kabinet Merah Putih menunjukkan dukungan pemerintah terhadap penguatan koperasi sebagai bagian dari strategi nasional memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pengentasan kemiskinan.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa koperasi merupakan wujud nyata ekonomi kerakyatan yang telah dicita-citakan para pendiri bangsa. Menurut Presiden, pembangunan ekonomi Indonesia harus kembali berpijak pada semangat kekeluargaan dan gotong royong sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
"Saudara-saudara, koperasi adalah alatnya orang lemah. Alatnya orang miskin tapi seperti sapu lidi, satu lidi maka lemah. Tapi bergabung, itu kekuatan, Saudara-saudara sekalian, jangan khawatir. Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia," ujar Presiden, 12 Juli 2026.
Presiden menegaskan, penguatan koperasi bukan berarti memperlemah pelaku ekonomi lainnya. Pemerintah justru ingin membangun ekosistem ekonomi nasional yang saling menguatkan antara koperasi, UMKM, swasta, BUMN, dan BUMD.
Presiden juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia harus dimulai dari desa agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
"Ekonomi kita akan bangkit dari desa, kecamatan, kabupaten dan uangnya akan tinggal di desa, di kecamatan, di kabupaten. Kita akan balikkan. Kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita kembalikan sekarang, ekonomi akan turun ke rakyat," katanya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, pemerintah tengah membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. KDKMP diproyeksikan menjadi pusat layanan ekonomi masyarakat yang terintegrasi, mulai dari layanan simpan pinjam, toko kebutuhan pokok, distribusi barang subsidi, apotek desa, pergudangan, hingga fasilitas penyimpanan hasil pertanian.
Presiden menegaskan bahwa koperasi akan menjadi instrumen untuk memperluas akses pembiayaan yang terjangkau, memangkas ketergantungan masyarakat terhadap praktik pinjaman berbunga tinggi, sekaligus memastikan berbagai barang subsidi diterima secara tepat sasaran.
"Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan. Supaya yang membutuhkan, dialah yang menerima," ujar Presiden.
Sejalan dengan arahan Presiden, Menko Muhaimin menegaskan bahwa penguatan koperasi memiliki peran strategis dalam agenda pemberdayaan masyarakat yang menjadi mandat Kemenko PM.
Koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga menjadi instrumen untuk membuka akses pembiayaan, memperkuat usaha masyarakat, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperluas kesempatan ekonomi hingga ke tingkat desa.
Melalui fungsi koordinasi, Kemenko PM akan terus memperkuat sinergi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan agar pengembangan koperasi berjalan seiring dengan program pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Momentum Hari Koperasi Nasional ke-79 menjadi pengingat bahwa koperasi tetap relevan sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan Indonesia. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, penguatan koperasi diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang semakin mandiri, produktif, dan sejahtera.
Menko Muhaimin Hadiri Harkopnas ke-79 (Dokumentasi)