Mentrans Ajak Dubes China Keliling Kawasan Transmigrasi di Papua, Maluku dan Nusa Tenggara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 22:14
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (kiri) dan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong (kanan) mencoba permainan Rangku Alu saat mengunjungi SD Inpres Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (4/6/2026). ANTARA/HO-Kementerian Transmigirasi. Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (kiri) dan Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong (kanan) mencoba permainan Rangku Alu saat mengunjungi SD Inpres Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (4/6/2026). ANTARA/HO-Kementerian Transmigirasi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengajak Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, mengunjungi sejumlah kawasan transmigrasi di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara pada 2–5 Juni 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memperkenalkan potensi ekonomi kawasan transmigrasi sekaligus menjajaki peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan China di berbagai sektor.

Menurut Iftitah, penjajakan kerja sama tersebut mencakup bidang ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, pendidikan vokasi, perdagangan, investasi, hingga pengembangan pariwisata. Ia menegaskan kawasan transmigrasi memiliki sumber daya yang besar untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kawasan transmigrasi memiliki lahan, sumber daya manusia dan potensi ekonomi yang sangat besar,” kata Iftitah.

“Yang kami bangun bukan sekadar kawasan permukiman, tetapi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas dan memperkuat kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Minta Bulog Prioritaskan Ketahanan Pangan Nasional Sebelum Ekspor

Rangkaian kunjungan diawali di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional dengan hamparan sawah lebih dari 60 ribu hektare.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau lokasi yang direncanakan menjadi pusat kerja sama pembangunan melalui hibah Pemerintah China, termasuk pembangunan pusat riset dan pengembangan padi, sekolah vokasi pertanian, serta pusat pengentasan kemiskinan yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Selanjutnya, rombongan mengunjungi kawasan transmigrasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, untuk melihat peluang pengembangan ekonomi sekaligus mempromosikan destinasi wisata unggulan Indonesia kepada wisatawan asal China. Kunjungan kemudian berlanjut ke Halmahera Utara, Maluku Utara, yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri hilirisasi dan ekspor komoditas kelapa.

Iftitah menegaskan bahwa investasi yang masuk ke kawasan transmigrasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Pentingnya Ketahanan Pangan Sebuah Negara: Kalau Bangsa Ini Lapar, Saya yang Bertanggung Jawab

“Investasi yang masuk harus menciptakan manfaat langsung bagi masyarakat. Harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan, memperluas akses pasar, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi maupun masyarakat lokal di sekitarnya,” ucapnya.

Kawasan transmigrasi di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi destinasi terakhir dalam kunjungan tersebut. Selain memperkenalkan peluang investasi dan pengembangan ekonomi, pemerintah juga memanfaatkan momentum itu untuk mempromosikan Labuan Bajo kepada masyarakat China sebagai salah satu destinasi wisata prioritas Indonesia.

Iftitah menekankan bahwa ukuran keberhasilan investasi tidak hanya dilihat dari nilai investasi yang masuk, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kami tidak sedang mencari investor untuk kawasan transmigrasi. Kami sedang mencari mitra yang mau tumbuh bersama masyarakat. Karena tujuan akhir dari seluruh pembangunan ini adalah kesejahteraan untuk semua,” ujarnya.

(Sumber: Antara)

x|close