Jerman Kritik AS Tak Punya Strategi Keluar dalam Konflik dengan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Apr 2026, 07:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa di depan Kantor Kanselir Jerman di Berlin pada (9/7/2025). ANTARA/Anadolu/Halil Sa??rkaya/pri. Arsip foto - Bendera Jerman, NATO, dan Uni Eropa di depan Kantor Kanselir Jerman di Berlin pada (9/7/2025). ANTARA/Anadolu/Halil Sa??rkaya/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Berlin - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik Amerika Serikat yang dinilai terlibat dalam konflik melawan Iran tanpa memiliki strategi keluar yang jelas. Kritik ini disampaikan di tengah kekhawatiran meningkatnya dampak perang terhadap perekonomian Eropa, khususnya Jerman.

Dalam pernyataannya pada Senin, 27 April 2026, Merz menekankan bahwa dalam sebuah konflik besar, bukan hanya cara memulai perang yang penting, tetapi juga bagaimana mengakhirinya.

“Anda tidak hanya harus masuk, tetapi juga harus keluar,” ujar Merz, sambil membandingkan situasi Iran dengan keterlibatan panjang AS di Afghanistan dan Irak.

Dilansir dari AFP, Selasa, 28 April 2026, Ia menilai Washington memasuki konflik dengan Iran tanpa perencanaan diplomatik maupun militer yang memadai. Selain itu, Merz juga menyebut Iran sebagai pihak yang memiliki kemampuan negosiasi yang sangat kuat, sehingga membuat penyelesaian konflik menjadi semakin sulit.

Baca Juga: Perundingan Iran dan Amerika sela a 25 Jam Tapi Tanpa Hasil

“Amerika jelas tidak memiliki strategi yang meyakinkan,” katanya, dikutip dari Anadolu.

Menurut Merz, dampak konflik ini tidak hanya mengganggu stabilitas geopolitik global, tetapi juga memberikan tekanan langsung pada perekonomian Jerman.

Pemerintah Jerman bahkan telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional untuk tahun ini dan tahun depan. Penurunan tersebut dipicu salah satunya oleh dampak perang AS-Israel melawan Iran yang memengaruhi pasar energi dan perdagangan global.

Pertumbuhan ekonomi Jerman kini diperkirakan hanya mencapai 0,5 persen, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 1 persen.

Pernyataan Merz ini muncul di tengah meningkatnya tekanan politik domestik, setelah survei terbaru menunjukkan sebagian besar pemilih di Jerman tidak puas terhadap kinerja dirinya maupun koalisi pemerintah yang dipimpinnya.

x|close