Dua Warga AS Tewas dalam Operasi Militer Filipina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi mayat Ilustrasi mayat (freepik/ kjpargeter)

Ntvnews.id, Manila - Dua warga Amerika Serikat termasuk dalam 19 orang yang tewas dalam operasi militer Filipina di wilayah Toboso, Pulau Negros. Lokasi tersebut diduga menjadi basis kelompok komunis bersenjata New People’s Army (NPA).

Dilansir dari Channel News Asia, Senin, 27 April 2026, pemerintah Filipina melalui National Task Force to End Local Communist Armed Conflict (NTF-ELCAC) mengonfirmasi identitas dua warga AS tersebut sebagai Lyle Prijoles dan Kai Dana-Rene Sorem.

Otoritas setempat menyebut keduanya baru tiba di Provinsi Negros Occidental sekitar satu bulan sebelum insiden, dan tewas dalam baku tembak yang terjadi pada 19 April.

Dalam operasi tersebut, militer Filipina mengklaim seluruh korban merupakan anggota NPA, kelompok pemberontak yang telah menjalankan gerakan insurgensi selama hampir enam dekade.

Meski hanya satu prajurit dilaporkan mengalami luka, tingginya jumlah korban jiwa memicu perhatian luas serta desakan untuk dilakukan investigasi independen.

Komisi Hak Asasi Manusia Filipina telah memulai penyelidikan, sementara sejumlah tokoh politik dan organisasi HAM mempertanyakan proporsionalitas operasi tersebut.

Baca Juga: Selain Australia, Pemerintah Sebut Filipina dan India Minati Pupuk Urea Asal Indonesia

Anggota Kongres Filipina Leila de Lima mendesak adanya investigasi segera, terutama setelah muncul laporan bahwa seorang mahasiswa muda dan jurnalis komunitas turut menjadi korban.

Kelompok pemantau HAM Karapatan juga menilai jumlah korban menimbulkan pertanyaan serius terhadap pelaksanaan operasi oleh Angkatan Bersenjata Filipina (AFP).

Namun, pihak militer membantah tuduhan pembantaian dan menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan kontak senjata yang sah.

“Ini adalah pertempuran bersenjata yang sah, bukan pembantaian,” kata juru bicara militer, Kolonel Louie Dema-ala.

Dalam operasi itu, militer juga melaporkan telah menyita sebanyak 24 senjata api dari lokasi kejadian. Selama ini, wilayah Toboso dikenal sebagai salah satu kantong aktivitas kelompok gerilyawan NPA di kawasan Filipina tengah.

TERKINI

Turis Terjebak di Toilet, Berhasil Dievakuasi Damkar

Luar Negeri Senin, 27 Apr 2026 | 08:50 WIB

Toilet Runtuh, Turis Terjebak di Tangki Septik Selama 3 Jam

Luar Negeri Senin, 27 Apr 2026 | 08:45 WIB

Demi Konten, Penumpang Sembunyi di Bagasi Kabin Pesawat

Luar Negeri Senin, 27 Apr 2026 | 08:35 WIB

BGN Tegaskan Kematian Balita di Cianjur Bukan Akibat MBG

Nasional Senin, 27 Apr 2026 | 08:25 WIB

PM Pakistan Hubungi Presiden Iran, Ini yang Dibicarakan

Luar Negeri Senin, 27 Apr 2026 | 08:20 WIB

WNI Buronan AS dan Interpol Ditangkap di Thailand

Luar Negeri Senin, 27 Apr 2026 | 08:05 WIB
Load More
x|close