Prabowo Minta Percepatan Konversi LPG ke CNG, Bahlil Diminta Cari Energi Alternatif

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jun 2026, 05:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika dijumpai setelah memberi Konferensi Pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri/aa. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi keterangan ketika dijumpai setelah memberi Konferensi Pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mempercepat pencarian sumber energi alternatif guna memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu langkah yang menjadi prioritas adalah mempercepat peralihan penggunaan liquefied petroleum gas (LPG) ke compressed natural gas (CNG).

Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam pertemuan dengan Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026 malam.

Usai pertemuan, Bahlil mengungkapkan bahwa percepatan konversi LPG ke CNG menjadi fokus utama pemerintah dalam upaya diversifikasi energi.

"Bapak Presiden memerintahkan untuk segera mencari energi-energi alternatif. Khususnya yang sekarang kita fokus itu adalah percepatan peralihan LPG ke CNG," kata Bahlil.

Baca Juga: Idrus Marham Bantah Bahlil Menuju Pilpres 2029: Fokus Golkar Besar, Tambah Kursi, Sukseskan Pemerintahan Prabowo

Menurut Bahlil, kebijakan tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian dan berpotensi memengaruhi pasokan serta harga energi dunia.

"Secara kebetulan kita lihat perkembangan geopolitik yang belum selesai," kataya.

Selain membahas pengembangan energi alternatif, pertemuan juga menyoroti sejumlah agenda strategis di sektor energi dan sumber daya alam. Salah satunya adalah penataan sektor pertambangan agar lebih tertib dan memberikan manfaat yang optimal bagi negara.

Pemerintah juga mengevaluasi kesiapan sektor ketenagalistrikan nasional, termasuk kondisi pasokan energi yang dikelola oleh PLN serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.

"Yang kedua, penataan tambang. Dan yang ketiga adalah kesiapan di sektor energi PLN maupun dari sisi ketersediaan daripada BBM kita," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil turut memastikan bahwa pemerintah tidak melakukan perubahan harga untuk BBM bersubsidi maupun LPG subsidi. Kebijakan tersebut tetap dipertahankan guna menjaga daya beli masyarakat.

"Kami menyampaikan bahwa harga BBM untuk bersubsidi maupun LPG itu tidak ada perubahan sama sekali. Itu dulu. Nah, sementara harga yang non-subsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar yang ada. Sudah barang tentu perhitungannya ini akan dilakukan secara bijak oleh teman-teman pelaku usaha, baik Pertamina maupun pelaku swasta yang lainnya," katanya.

Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi, harga akan tetap mengikuti mekanisme pasar. Pemerintah berharap para pelaku usaha energi, baik perusahaan milik negara maupun swasta, dapat melakukan penyesuaian harga secara bijaksana dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat serta dinamika pasar energi global.

x|close