Bakom RI: Koperasi Merah Putih Bisa Hemat Pengeluaran Rumah Tangga Hingga Rp33 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jun 2026, 17:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/6/2026) ANTARA/Prisca Triferna Kepala Bakom RI Muhammad Qodari (tengah) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/6/2026) ANTARA/Prisca Triferna (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyampaikan bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama dalam menekan pengeluaran kebutuhan pokok seperti LPG dan minyak goreng.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, Qodari mencontohkan adanya selisih harga antara produk di pasaran dan di koperasi. Ia menyebut harga LPG 3 kg di pasaran berada di kisaran Rp20.000, sementara di koperasi sekitar Rp16.000. Adapun minyak goreng MinyaKita di pasaran sekitar Rp21.000, sedangkan di koperasi dapat diperoleh sekitar Rp15.700.

“Harga LPG di pasaran saat ini sekitar Rp20.000 (per tabung ukuran 3 kg), di koperasi Rp16.000. MinyaKita biasanya di pasaran Rp21.000, di koperasi Rp15.700,” kata Kepala Bakom RI Qodari dalam konferensi pers di Auditorium Kantor Bakom RI di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Perbedaan harga tersebut dinilai berdampak signifikan bagi rumah tangga, mengingat rata-rata keluarga di Indonesia dengan empat anggota biasanya mengonsumsi sekitar empat tabung LPG dan empat liter minyak goreng setiap bulan.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Gandeng Koperasi Merah Putih Permudah Aktivasi JKN

Mengacu pada data Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) tahun 2025, terdapat sekitar 74 juta keluarga di Indonesia. Dengan jumlah tersebut, Qodari menjelaskan bahwa potensi penghematan nasional dari program KDKMP dapat mencapai sekitar Rp33 triliun per tahun.

“Maka dalam satu tahun sebenarnya masyarakat dapat menghemat sekitar Rp33 triliun,” kata Qodari.

Ia merinci, penghematan dari LPG diperkirakan mencapai Rp14,2 triliun, dihitung dari selisih harga Rp4.000 per tabung dikalikan konsumsi bulanan dan jumlah keluarga nasional. Sementara itu, penghematan minyak goreng diperkirakan mencapai Rp18,82 triliun berdasarkan selisih harga Rp5.300 per liter.

Baca Juga: Menkop Siap Perkuat Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Pancasila, Dorong Percepatan Koperasi Merah Putih

Qodari menegaskan bahwa angka tersebut bukan sekadar perhitungan di atas kertas, melainkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam pengeluaran sehari-hari.

“Bagi keluarga yang setiap hari menghitung pengeluaran dengan cermat, itu adalah penghematan yang berarti, dan angka itu bukan sekedar kalkulasi di atas kertas, bukan cuman omon-omon. Melainkan kenyataan yang akan dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyebut pemerintah menargetkan pembangunan hingga 80 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Program tersebut telah dimulai dengan peresmian 1.061 unit koperasi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Mei lalu sebagai tahap awal implementasi.

(Sumber: Antara)

x|close