Jakarta Future Festival 2026 Catat 80 Ribu Pengunjung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 14:32
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Rano Karno Rano Karno (Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Jakarta Future Festival (JFF) 2026 resmi ditutup. Selama tiga hari penyelenggaraan, festival yang mengusung tema "Menavigasi Resiliensi" ini berhasil menarik lebih dari 80 ribu pengunjung serta melahirkan ratusan gagasan dan rekomendasi strategis untuk mendukung transformasi Jakarta menuju kota global yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Penutupan JFF 2026 dilakukan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, pada Minggu, 7 Juni 2026 malam.

Festival tersebut menjadi salah satu forum kolaborasi terbesar yang mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, seniman, hingga masyarakat umum dalam merancang masa depan Jakarta.

Dalam sambutannya, Rano Karno menegaskan bahwa Jakarta Future Festival bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, festival ini menjadi ruang bersama untuk bertukar ide, memperkuat kolaborasi, dan merumuskan solusi atas berbagai tantangan perkotaan yang dihadapi Jakarta.

Baca Juga: Pramono Buka Jakarta Future Festival 2026

Menurutnya, berbagai masukan dan gagasan yang muncul selama festival akan menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan Jakarta ke depan.

"Festival ini bukan pertemuan biasa, tetapi menjadi wadah untuk menghadirkan gagasan. Kita banyak mendengar masukan, dan nantinya akan kita kolaborasikan dalam pembangunan Jakarta ke depan," ujarnya.

Tema "Menavigasi Resiliensi" dipilih sebagai refleksi atas kemampuan warga Jakarta dalam menghadapi berbagai tantangan yang terus berkembang. Mulai dari perubahan iklim, ancaman banjir, kemacetan lalu lintas, tekanan ekonomi perkotaan, hingga berbagai persoalan sosial lainnya, masyarakat Jakarta dinilai memiliki daya lenting yang kuat untuk terus bertahan dan berkembang.

Menurut Rano, ketangguhan masyarakat menjadi fondasi utama yang membuat Jakarta mampu terus bergerak maju di tengah berbagai dinamika global.

"Jakarta ini hidup karena warganya tangguh. Itu yang menjadi benang merahnya," ucapnya.

Selama penyelenggaraan, Jakarta Future Festival 2026 menghadirkan beragam forum diskusi yang membahas masa depan kota dari berbagai perspektif.

Tercatat sebanyak 52 sesi diskusi digelar, terdiri dari 45 Urban Talks dan 7 Jakarta Forecast, yang menghadirkan sekitar 250 pembicara, termasuk 10 narasumber internasional. Selain forum diskusi, festival ini juga dimeriahkan oleh 27 pertunjukan seni dan musik, yang memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus memperkuat identitas budaya Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

JFF 2026 tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi juga ruang kolaborasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Beragam kegiatan seperti laboratorium kebijakan, diskusi lintas generasi, aksi komunitas, pameran inovasi, pasar kreatif, hingga area bermain anak menjadi bagian dari rangkaian acara yang menarik perhatian publik.

Baca Juga: Bappeda Apresiasi Taman Ismail Marzuki sebagai Ruang Kolaboratif Sukses dalam Jakarta Future Festival 2025

Festival ini juga memberikan ruang bagi 72 pelaku UMKM untuk mempromosikan produk dan kreativitas mereka kepada ribuan pengunjung yang hadir.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan dalam JFF 2026 adalah forum Jakarta's Forecast: Jakarta 500 – Memory, Character, and the Future of a Global City. Forum ini mengajak masyarakat untuk merefleksikan perjalanan panjang Jakarta sekaligus merumuskan visi masa depan menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 22 Juni 2027.

Rano Karno menegaskan bahwa perayaan lima abad Jakarta harus menjadi momentum bersama seluruh warga, bukan hanya agenda pemerintah semata.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari seniman, budayawan, komunitas, sekolah, RT/RW, pelaku UMKM, hingga media untuk turut merayakan dan memaknai perjalanan Jakarta melalui aktivitas sehari-hari mereka.

Pada hari terakhir penyelenggaraan, JFF 2026 menghadirkan 19 profesor dari berbagai universitas internasional yang membahas isu desain perkotaan, pembangunan berkelanjutan, serta strategi ketahanan kota dalam menghadapi tantangan masa depan.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, mengungkapkan bahwa berbagai hasil diskusi dan rekomendasi selama festival tidak akan berhenti sebagai wacana semata.

Pemprov DKI Jakarta akan menindaklanjuti berbagai ide tersebut melalui pengembangan Urban Knowledge Hub, sebuah pusat pengetahuan perkotaan yang akan menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan.

Menurut Atika, fasilitas tersebut akan diresmikan sebagai bagian dari upaya menjaga semangat kolaborasi yang telah terbangun selama Jakarta Future Festival 2026.

"Hal baru yang akan segera kami tindak lanjuti adalah pengembangan ekosistem pengetahuan perkotaan. Besok, Pak Gubernur juga akan meresmikan Urban Knowledge Hub di Niaga Semesta lantai 6 sebagai bentuk keberlanjutan dari Jakarta Future Festival," tuturnya.

x|close