Trump Sebut Iran Terpecah, AS Masih Tunggu Respons Proposal Perdamaian

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Apr 2026, 06:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, Selasa (6/4/2026). ANTARA/Anadolu/Celal Güne?/pri. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, Selasa (6/4/2026). ANTARA/Anadolu/Celal Güne?/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Pemerintah Amerika Serikat masih menantikan tanggapan dari Iran terkait proposal perdamaian yang diajukan untuk mengakhiri konflik. Presiden Donald Trump menilai kondisi internal Iran saat ini tengah terbelah menjadi dua kubu.

"Iran sangat kesulitan menentukan siapa pemimpin mereka! Mereka tidak tahu! Pertikaian internal antara 'Kelompok Garis Keras,' yang telah kalah telak di medan perang, dan 'Kelompok Moderat,' yang sama sekali tidak moderat (tetapi mendapatkan rasa hormat!), sungguh gila!" tulis Trump di Truth Social.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan pada Rabu, 22 April 2026 bahwa pemerintah AS telah mengetahui kelompok mana di Iran yang kemungkinan akan menyetujui kesepakatan damai tersebut.

Baca Juga: Trump Buka Peluang Negosiasi Baru dengan Iran, Pembicaraan Bisa Digelar dalam 3 Hari Lagi

Saat ditanya mengenai siapa pengambil keputusan utama di Iran, Leavitt menyatakan bahwa Gedung Putih bersama komunitas intelijen "tentu memiliki pemahaman yang baik."

AS menduga adanya perbedaan sikap antara tim negosiasi Iran—yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi—dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Di hari yang sama, Trump juga mengklaim bahwa AS telah menguasai penuh Selat Hormuz.

"Tidak ada kapal yang dapat masuk atau keluar tanpa persetujuan Angkatan Laut Amerika Serikat. Selat itu 'tertutup rapat,' sampai Iran mampu mencapai KESEPAKATAN!!!" tulisnya dalam unggahan di Truth Social.

x|close