Krisis Energi Hantam Kuba, Aktivitas Ekonomi Terancam Lumpuh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 07:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Warga Kuba menaiki becak listrik dan sepeda selama pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik yang berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amer Arsip - Warga Kuba menaiki becak listrik dan sepeda selama pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik yang berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amer (Antara)

Ntvnews.id, Havana - Ibu kota Kuba, Havana, kini berada di ambang kelumpuhan aktivitas ekonomi dan sosial seiring krisis energi yang semakin parah.

Dilansir dari Reuters, Kamis, 23 April 2026, Situasi ini dipicu oleh kebijakan embargo minyak yang diberlakukan oleh Amerika Serikat, yang dampaknya mulai terasa luas terhadap kehidupan masyarakat setempat.

Pada malam hari, kondisi Havana dilaporkan berubah signifikan. Jalan-jalan yang sebelumnya ramai kini menjadi gelap dan lengang akibat terbatasnya pasokan listrik, sehingga banyak wilayah tidak lagi memiliki penerangan yang memadai.

Sektor usaha malam menjadi salah satu yang paling terdampak. Berbagai restoran, tempat hiburan, hingga destinasi wisata terpaksa menghentikan operasional karena kekurangan listrik. Akibatnya, roda perekonomian warga, terutama pelaku usaha kecil, mengalami tekanan besar.

Baca Juga: 5 Terdakwa Kasus Korupsi Minyak Mentah Dituntut 6 hingga 12 Tahun Penjara

Krisis listrik yang melanda negara kepulauan tersebut merupakan dampak langsung dari kebijakan embargo minyak yang diperketat oleh Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Selain mengganggu pasokan energi, kebijakan ini juga menekan sektor-sektor penting di Kuba, termasuk pariwisata yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan negara.

Pemerintah Kuba menyatakan bahwa mereka terus berupaya menjaga kestabilan pasokan energi nasional agar krisis tidak semakin meluas. Meski demikian, pemulihan sektor energi diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup panjang sebelum kembali normal.

x|close