Ketegangan AS-Iran Memuncak, Teheran Tolak Negosiasi dan Siapkan Opsi Militer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera nasional Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) Ilustrasi - Bendera nasional Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py/pri.) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali berada di titik kritis dan berpotensi memicu konflik terbuka. Teheran secara resmi menolak tawaran perundingan dari Washington setelah adanya ancaman berkelanjutan serta kebijakan blokade laut yang diberlakukan oleh pemerintahan Donald Trump di perairan Iran.

Dilansir dari Al Arabiya, Rabu, 22 April 2026, pemerintah Iran menyatakan telah menyiapkan opsi militer baru sebagai langkah antisipasi apabila masa gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.

Dalam pernyataan sebelumnya, Trump pada 19 April 2026 sempat mengumumkan bahwa delegasi Amerika akan bertolak ke Islamabad untuk melanjutkan negosiasi. Namun, di saat bersamaan, ia juga menyampaikan pernyataan bernada keras terkait berakhirnya masa gencatan senjata pada Rabu, 22 April 2026.

Saat ditanya soal kemungkinan perpanjangan masa damai tersebut, Trump memberikan jawaban tegas.

"Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tapi blokade akan tetap berlaku. Jadi, blokade akan tetap ada. Dan sayangnya, kita harus mulai menjatuhkan bom lagi," ujar Trump di hadapan media.

Baca Juga: Trump Ancam Banyak Bom Meledak Jika Gencatan Senjata dengan Iran Berakhir

Ia juga mengancam akan menargetkan infrastruktur vital Iran apabila Teheran tidak bersedia menerima persyaratan yang diajukan Washington. Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran di pasar global menjelang tenggat waktu yang semakin dekat.

Menanggapi ancaman itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengecam keras kebijakan blokade laut yang dinilai sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata. Melalui platform X, Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan.

"Trump berupaya menggunakan ancaman untuk mengubah meja perundingan menjadi 'meja penyerahan diri' atau untuk membenarkan kembali peperangan," tulis Ghalibaf.

Pihak Teheran juga menegaskan bahwa pencabutan blokade laut menjadi syarat utama sebelum memastikan keikutsertaan mereka dalam pertemuan di Islamabad. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi dan gencatan senjata berakhir tanpa hasil, Iran memastikan seluruh kekuatan militernya telah bersiaga penuh untuk menghadapi kemungkinan eskalasi konflik, khususnya di wilayah laut.

x|close