AS Fasilitasi Negosiasi Putaran Kedua Israel-Lebanon di Washington

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 13:46
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Israel (kiri) dan Bendera Lebanon menandai gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri) Ilustrasi - Bendera Israel (kiri) dan Bendera Lebanon menandai gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Amerika Serikat dijadwalkan menjadi tuan rumah perundingan putaran kedua antara Israel dan Lebanon yang akan berlangsung di Departemen Luar Negeri AS pada Kamis, 23 April 2026.

Seorang juru bicara menyampaikan bahwa pertemuan tersebut akan dilakukan pada tingkat duta besar sebagai kelanjutan dari dialog sebelumnya yang telah dimulai pada pekan lalu.

"Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah pembicaraan putaran kedua, tingkat duta besar antara Israel dan Lebanon, pada Kamis, 23 April, di Departemen Luar Negeri," kata juru bicara tersebut.

Pemerintah AS juga menyambut positif perkembangan awal dalam proses diplomasi tersebut dan menilai keterlibatan kedua pihak sejauh ini berjalan secara konstruktif.

"Kami akan terus memfasilitasi diskusi langsung dan dengan itikad baik antara kedua pemerintah," tambah juru bicara Deplu AS itu.

Baca Juga: Netanyahu Kecam Perusakan Patung Yesus di Lebanon, Janji Hukum Tegas Prajurit IDF

Sebelumnya, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyatakan bahwa pembicaraan dengan Israel bertujuan untuk menghentikan konflik, mengakhiri pendudukan di wilayah Lebanon selatan, serta memastikan penempatan pasukan Lebanon di perbatasan yang diakui secara internasional.

Konflik antara kedua negara telah menimbulkan dampak besar. Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon dilaporkan menyebabkan sekitar 2.300 korban jiwa, lebih dari 7.500 orang luka-luka, serta memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi, menurut otoritas Lebanon.

Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump pada 16 April mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari yang mulai berlaku tengah malam di Tel Aviv dan Beirut.

Baca Juga: Sudah 7 Minggu, Pemakaman Khamenei Ditunda karena Risiko Serangan Israel dan Amerika Serikat

Trump juga menyatakan pada 17 April bahwa Washington secara aktif menahan Israel agar tidak melanjutkan serangan tambahan selama masa gencatan senjata berlangsung.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa negaranya berencana tetap mempertahankan kendali atas wilayah-wilayah yang telah diduduki di Lebanon selatan selama operasi militer terbaru.

(Sumber: Antara)

x|close