Sudah 7 Minggu, Pemakaman Khamenei Ditunda karena Risiko Serangan Israel dan Amerika Serikat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 09:15
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip foto - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: ANTARA/Anadolu/py) Arsip foto - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: ANTARA/Anadolu/py)

Ntvnews.id, Jakarta - Lebih dari tujuh minggu sejak wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, pemerintah Iran belum juga melangsungkan pemakamannya. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: mengapa prosesi penguburan seorang pemimpin tertinggi justru tertunda begitu lama?

Hingga kini, otoritas di Iran belum menetapkan keputusan final terkait lokasi pemakaman. Ketidakpastian ini muncul di tengah kondisi keamanan yang dinilai belum stabil, seiring tekanan dari Amerika Serikat dan Israel. Pemerintahan di Teheran yang kini dipimpin oleh Mojtaba Khamenei disebut tengah berfokus menghadapi ancaman yang dianggap bersifat eksistensial.

Di sisi lain, penundaan ini juga dikaitkan dengan kekhawatiran internal. Seorang pakar keamanan menilai para pejabat Iran tidak berada dalam posisi aman untuk menggelar seremoni pemakaman besar seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

Baca Juga: Drone Israel Serang Lebanon di Tengah Gencatan Senjata

Sebagai perbandingan, pada 1989, Iran menyelenggarakan prosesi pemakaman megah selama beberapa hari untuk Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang dihadiri jutaan orang di Teheran.

Namun, situasi saat ini jauh berbeda. Konflik yang melibatkan Iran dengan AS dan Israel membuat potensi kerumunan besar dinilai berisiko tinggi. Behnam Taleblu dari Foundation for Defense of Democracies menyebut kondisi rezim saat ini tidak memungkinkan untuk mengambil langkah tersebut.

"Sederhananya, rezim terlalu takut dan terlalu lemah untuk mengambil risiko," kata Taleblu dalam analisisnya, dilansir Hindustan Times. 

Ia juga menilai bahwa penundaan ini mengirimkan sinyal penting mengenai kondisi internal Iran saat ini.

"Republik Islam suka berbicara besar soal menguasai jalanan, tetapi pemadaman internet selama 50 hari memberitahu Anda semua yang perlu Anda ketahui. Rezim takut akan konsekuensi jika kebenaran terungkap," sebutnya.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan 30 Ribu KDKMP Beroperasi pada 2026

Sejumlah faktor disebut menjadi alasan di balik belum dilaksanakannya pemakaman. Selain ancaman serangan udara dari Israel, pemerintah Iran juga disebut mengantisipasi kemungkinan munculnya protes nasionalis jika seremoni besar digelar. Faktor lain yang turut memperumit situasi adalah absennya Mojtaba Khamenei dari ruang publik sejak kematian ayahnya.

Hingga saat ini, Mojtaba belum tampil di hadapan publik, sehingga pemerintah diperkirakan harus memberikan penjelasan jika prosesi pemakaman akhirnya digelar dalam waktu dekat.

Sebelumnya, pada awal Maret, kantor berita Fars News Agency melaporkan bahwa Khamenei akan dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya yang berada dekat perbatasan dengan Turkmenistan dan relatif jauh dari Israel. Pemerintah Iran saat itu juga menyebut seremoni penghormatan terakhir akan berlangsung selama tiga hari, dengan rincian prosesi menyusul kemudian.

Namun hingga kini, rencana tersebut belum juga terealisasi, dan pemakaman Khamenei masih terus tertunda tanpa kepastian waktu.

x|close