Ketegangan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 17:15
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Photo: Xinhua Photo: Xinhua (Antara)

Ntvnews.id

New York - Harga minyak mentah berjangka mengalami kenaikan signifikan pada Senin waktu Indonesia atau Minggu, 19 April 2026 malam waktu New York, Amerika Serikat, seiring meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz serta tidak adanya kemajuan dalam putaran kedua perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei tercatat mencapai 91,2 dolar AS per barel pada awal perdagangan, naik 8,76 persen dibandingkan harga penutupan pada Jumat (17 April 2026).

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni menyentuh level tertinggi 97,5 dolar AS per barel, meningkat dari posisi penutupan sebelumnya di angka 90,38 dolar AS per barel.

Dalam 36 jam terakhir, sebanyak 35 kapal dilaporkan berbalik arah saat hendak keluar dari kawasan tersebut, setelah Iran kembali memberlakukan kontrol di Selat Hormuz, menurut laporan perusahaan analisis maritim yang berbasis di London pada Minggu (19 April 2026).

Baca Juga: Iran Buka Total Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Turun Tajam

Pada Sabtu (18 April 2026) malam, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz telah diblokir.

Pengumuman ini muncul setelah pemerintah Iran sebelumnya menyatakan pada Jumat bahwa jalur tersebut akan dibuka bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata Lebanon-Israel.

Selain itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, pada Minggu (19 April 2026) melaporkan bahwa Iran menolak untuk mengikuti putaran kedua perundingan damai dengan Amerika Serikat.

Ketegangan yang kembali meningkat juga berdampak pada pasar keuangan global. Indeks saham berjangka Amerika Serikat mengalami penurunan tajam pada Minggu malam, sementara harga logam mulia berjangka turut melemah secara signifikan.

Sebelumnya, optimisme atas potensi kembali normalnya arus perdagangan di Selat Hormuz sempat menekan harga minyak.

Baca Juga: Iran Peringatkan Keamanan Selat Hormuz Terancam Jika Ekspor Minyak Dibatasi

Minyak mentah WTI untuk pengiriman Mei tercatat turun lebih dari 11 persen, sementara S&P 500 Index dan Nasdaq Composite Index bahkan mencetak rekor tertinggi baru pada Jumat (17 April 2026).

Sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, Selat Hormuz menyumbang sekitar 20 persen dari total distribusi minyak global.

Namun, sejak konflik di kawasan Timur Tengah meningkat pada akhir Februari, jalur ini praktis tertutup bagi kapal tanker minyak.

(Sumber: Antara)

x|close