Ntvnews.id, Moskow - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Minggu, 19 April 2026, melontarkan ancaman keras terhadap Iran terkait kelanjutan negosiasi antara kedua negara.
Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump menyebut bahwa Amerika Serikat telah menawarkan kesepakatan yang dinilainya adil kepada Teheran.
Ia menegaskan konsekuensi serius jika tawaran tersebut ditolak.
"Kami menawarkan KESEPAKATAN yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerima itu sebab, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan semua Pembangkit Listrik, dan Jembatan, di Iran. TIDAK ADA LAGI PRIA BAIK!" kata Trump.
Baca Juga: Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran Jika Tolak Kesepakatan
Sebelumnya di hari yang sama, Trump juga mengungkapkan bahwa delegasi Amerika Serikat tengah menuju Islamabad, Pakistan, untuk mengikuti pembicaraan lanjutan terkait Iran.
Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.
Situasi sempat mereda setelah pada 7 April 2026, Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu.
Baca Juga: Demo ‘No Kings’ Meluas di AS, Jutaan Warga Protes Kepemimpinan Donald Trump
Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan.
Meskipun tidak ada pernyataan resmi terkait dimulainya kembali konflik terbuka, Amerika Serikat disebut telah mulai melakukan penutupan terhadap akses pelabuhan Iran.
Saat ini, berbagai pihak mediator masih berupaya menjembatani dialog lanjutan guna meredakan ketegangan dan mencari solusi damai antara kedua negara.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)