AHY: Indonesia Matangkan Desain Giant Sea Wall untuk Lindungi Pesisir Pantura Jawa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jun 2026, 16:25
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). ANTARA/HO - Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan/pri. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). ANTARA/HO - Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan pemerintah terus mematangkan desain pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk melindungi kawasan pesisir Indonesia, khususnya wilayah Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.

Menurut AHY, proyek tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghadapi ancaman lingkungan, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir. Pemerintah menilai perlindungan wilayah pesisir menjadi semakin penting di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim yang dirasakan berbagai daerah di Indonesia.

“Indonesia sedang mematangkan rencana pembangunan Giant Sea Wall sebagai bagian dari agenda perlindungan pesisir yang lebih luas, utamanya di wilayah Pantura Jawa. Langkah ini bukan sekadar menghadirkan perlindungan fisik, tetapi juga menjaga denyut nadi kehidupan masyarakat, melindungi mata pencaharian, serta memastikan keberlanjutan ekosistem sosial dan ekonomi di kawasan pesisir,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan akibat perubahan iklim, mulai dari banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga ancaman kenaikan muka air laut dan penurunan permukaan tanah di sejumlah wilayah pesisir. Karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang terencana, terukur, dan berorientasi jangka panjang untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

Baca Juga: Pemkab Tangerang Siapkan 3 Konsep Tanggul Laut Dalam Proyek Giant Sea Wall

Selain berfungsi sebagai infrastruktur perlindungan pesisir, pembangunan Giant Sea Wall juga dinilai membuka peluang kerja sama internasional dalam berbagai bidang. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan teknologi rekayasa pesisir, sistem perlindungan pantai dan penghalang laut, pengelolaan operasi serta pemeliharaan infrastruktur, hingga kegiatan penelitian dan pengembangan bersama.

AHY menekankan bahwa tantangan global yang semakin kompleks tidak cukup direspons melalui diskusi dan komitmen semata. Menurutnya, diperlukan langkah konkret yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kita perlu bergerak dari dialog menuju aksi, dari kerangka kerja menuju proyek nyata, dan dari komitmen menuju hasil yang dapat dirasakan masyarakat,” ujar dia.

Proyek Giant Sea Wall sendiri merupakan bagian dari rencana besar pemerintah untuk mengatasi berbagai persoalan lingkungan yang mengancam kawasan pesisir, terutama banjir rob, penurunan muka tanah, serta kenaikan permukaan laut. Gagasan pembangunan tanggul laut ini telah dibahas selama bertahun-tahun dan kini kembali menjadi prioritas seiring meningkatnya ancaman perubahan iklim.

Baca Juga: AHY Sebut Pemerintah Terus Kawal Proyek Giant Sea Wall Pantura Jawa

Pemerintah mencatat sekitar 50 juta penduduk bermukim di kawasan Pantura Jawa yang menjadi pusat berbagai aktivitas ekonomi nasional. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap wilayah tersebut dianggap sangat penting guna menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat sekaligus stabilitas ekonomi.

Sejumlah daerah seperti Teluk Jakarta, Semarang, Demak, dan Kendal menjadi wilayah yang menghadapi risiko tinggi akibat kombinasi kenaikan muka air laut dan penurunan permukaan tanah. Kondisi tersebut dinilai memperbesar potensi terjadinya banjir rob sehingga membutuhkan solusi jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir yang komprehensif.

(Sumber: Antara)

x|close