Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pemerintah terus memantau dan mengawal perkembangan proyek Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall yang dirancang untuk melindungi kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa.
AHY menjelaskan proyek tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menghadapi ancaman penurunan muka tanah serta kenaikan permukaan air laut yang berpotensi mengganggu kawasan pesisir dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saya sudah menyampaikan dan melaporkan kepada Pak Presiden kita masih mengawal proyek ini di tahun 2026, dan mudah-mudahan pada 2027 pelaksanaannya semakin matang,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.
Baca Juga: Lapor Prabowo soal Giant Sea Wall, AHY: Selamatkan Puluhan Juta Masyarakat di Pantura
Menurut dia, pemerintah saat ini masih menyempurnakan peta jalan (roadmap) proyek serta memperkuat koordinasi lintas wilayah agar pelaksanaan Giant Sea Wall dapat berjalan optimal. Proyek tersebut juga menjadi salah satu program strategis nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
AHY menilai pembangunan Giant Sea Wall bukan hanya bertujuan melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob, tetapi juga menjaga masa depan ekonomi nasional serta keselamatan masyarakat yang tinggal di wilayah Pantura Jawa.
Ia menjelaskan tanggul laut raksasa sepanjang 575 kilometer itu dirancang untuk mendukung perlindungan kawasan industri, ketahanan pangan, hingga keselamatan jutaan warga yang bermukim di pesisir utara Pulau Jawa.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Siapkan 3 Konsep Tanggul Laut Dalam Proyek Giant Sea Wall
Sementara itu, Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menyebut pembangunan Giant Sea Wall akan dibagi ke dalam 15 segmen pembangunan di sepanjang Pantura Jawa.
Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pihaknya saat ini juga tengah menyiapkan tahapan groundbreaking program dan pembangunan infrastruktur agar pelaksanaan proyek dapat berjalan beriringan dengan dukungan pemerintah daerah.
Ia menyebut kerja sama dilakukan mulai dari tingkat kabupaten dan kota hingga pemerintah provinsi guna memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan kawasan pesisir.
Selain melindungi kawasan industri dan fasilitas ekonomi, proyek Giant Sea Wall juga diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat pesisir, termasuk ekosistem laut dan para nelayan yang menggantungkan hidup di wilayah Pantura Jawa.
(Sumber: Antara)
Arsip - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Forum Urbanisasi BRICS ke-4 di Brasil, Juni 2025 (ANTARA/HO-Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan/pri.) (Antara)