Ntvnews.id, Tangerang - Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mengungkapkan bahwa pengembangan infrastruktur tanggul laut di wilayah pesisir utara Kabupaten Tangerang akan dilakukan melalui tiga konsep utama sebagai bagian dari mega proyek Giant Sea Wall.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, di Tangerang, Kamis, 21 Mei 2026, menjelaskan tiga jenis pembangunan tersebut meliputi penanaman mangrove sebagai benteng alami pesisir, pembangunan breakwater atau pemecah ombak, serta pembangunan tanggul laut raksasa.
“Tiga rancangan pembangunan infrastruktur tanggul laut ini telah masuk dalam proyek strategi nasional yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Pembangunan proyek tanggul yang akan dibangun di pantai utara Kabupaten Tangerang sepanjang 19 kilometer,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek tersebut akan mencakup beberapa wilayah di Kecamatan Kosambi.
Menurut Soma, sedikitnya ada empat desa atau kelurahan yang terdampak pembangunan, termasuk Kosambi Barat dan Kosambi Timur.
Baca Juga: Lapor Prabowo soal Giant Sea Wall, AHY: Selamatkan Puluhan Juta Masyarakat di Pantura
“Di Kabupaten Tangerang sendiri, lanjutnya, wilayah yang akan kena proyeknya itu di sekitar Kecamatan Kosambi. ‘Ada empat desa/kelurahan di sana, seperti Kosambi Barat, Kosambi Timur dan lainnya,’ katanya.”
Soma mengatakan pembangunan Giant Sea Wall merupakan bagian dari proyek besar perlindungan kawasan Pantai Utara Jawa yang membentang dari Jakarta hingga Surabaya, termasuk wilayah pesisir utara Kabupaten Tangerang.
“Jadi sebenarnya rancangan proyek ini sudah banyak penelitian. Dari ahli oseanografi, ahli kelautan yang sudah sangat terlibat sudah ada penelitiannya begitu,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa proyek tersebut telah dikaji secara mendalam oleh para ahli, termasuk terkait kondisi geografis dan kedalaman laut di Teluk Jakarta.
“Kalau tidak salah kedalamannya juga sekitar 19 meter, itu yang paling dalam di Teluk Jakarta. Saya mendengar juga di sisi sebelah timurnya hingga Semarang akan dibangun,” tambah Soma.
Baca Juga: Rosan: Giant Sea Wall Disiapkan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Selain fokus pada perlindungan wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob, proyek ini juga dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui konektivitas infrastruktur.
“Nanti konektivitasnya juga ini harus nyambung dengan jalan-jalan yang ada. Jaringan jalan yang ada di kita, jaringan tol yang dari PIK (Pantai Indah Kapuk), arah Balaraja untuk meningkatkan ekonomi,” kata dia.
Diketahui, proyek Giant Sea Wall sepanjang 575 kilometer di kawasan Pantura Jawa dibagi menjadi 15 segmen pembangunan.
Proyek tersebut tidak hanya bertujuan melindungi kawasan industri dan permukiman, tetapi juga menjaga ekosistem pesisir serta keberlangsungan hidup masyarakat nelayan.
Pengembangan sistem perlindungan pesisir Pantura Jawa, termasuk Giant Sea Wall (GSW), menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir yang selama ini memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Urgensi pembangunan proyek tersebut juga berkaitan dengan perlindungan wilayah Pantura Jawa yang berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional senilai sekitar 368,3 miliar dolar AS.
(Sumber: Antara)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja memberikan keterangan resmi terkait rancangan pembangunan Giant Sea Wall di Kabupaten Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul M. (Antara)