Nasib 430 Aktivis Global Sumud Flotilla Bakal Dimasukkan ke Penjara Ketziot

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 13:13
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel (Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Nasib 430 aktivis yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla kini terancam berakhir di penjara setelah armada kapal bantuan yang mereka tumpangi dicegat pasukan Israel di perairan internasional. Setelah penahanan dilakukan, para aktivis dibawa menuju pelabuhan di Israel di tengah pengamanan ketat aparat bersenjata.

Penangkapan ratusan aktivis tersebut langsung menjadi sorotan setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video di akun X pribadinya. Rekaman itu memperlihatkan situasi para aktivis setelah diamankan aparat Israel.

Dalam video tersebut tampak seorang aktivis perempuan dijambak rambutnya hingga terduduk di lantai usai meneriakkan slogan “Free Free Palestine”. Sementara di bagian lain video, puluhan aktivis terlihat berlutut berjajar dengan tangan terikat kabel ties di belakang tubuh mereka di area yang diduga merupakan fasilitas pelabuhan terbuka di Israel. Di sekitar lokasi, tentara bersenjata laras panjang tampak berjaga dari atas kapal militer.

“Mereka datang merasa seperti pahlawan besar,” kata Ben-Gvir dalam video sambil berjalan melewati para aktivis dan membawa bendera besar Israel dikutip dari laman Reuters, Kamis 21 Mei 2026.

Baca Juga: Trump Disebut Cekcok dengan Netanyahu soal Iran: Saya Bisa Jadi PM Israel

Ben-Gvir kemudian kembali melontarkan pernyataan bernada sindiran terhadap para aktivis yang ditahan tersebut.

“Lihat mereka sekarang. Lihat bagaimana keadaan mereka sekarang, bukan pahlawan dan bukan apa-apa,” kata dia lebih lanjut.

Penahanan terhadap 430 aktivis itu menimbulkan kekhawatiran baru terkait nasib mereka selanjutnya. Berdasarkan informasi dari penyelenggara armada bantuan, para aktivis disebut akan dipindahkan ke Penjara Ketziot yang berada di Gurun Negev, wilayah selatan Israel.

Ketziot dikenal sebagai salah satu fasilitas penahanan terbesar Israel dan kerap digunakan untuk menahan warga Palestina maupun tahanan terkait konflik keamanan. Pemindahan ke penjara tersebut membuat para aktivis terancam menjalani penahanan lebih lanjut setelah sebelumnya dicegat di laut.

Israel sendiri menyatakan para aktivis dari armada bantuan terbaru itu telah dipindahkan ke kapal milik Israel. Pemerintah Israel juga menyebut mereka nantinya akan diizinkan bertemu dengan perwakilan konsuler dari negara masing-masing setelah tiba di Israel.

Penyelenggara armada menyebut misi Global Sumud Flotilla diikuti peserta dari 40 negara dengan total 50 kapal yang terlibat dalam pelayaran tersebut.

Baca Juga: BRIN Dorong Indonesia Jadi Produsen Ilmu Pengetahuan Global

Sementara itu, kelompok hak asasi manusia Israel, Adalah, menyatakan para aktivis untuk sementara ditahan di pelabuhan Ashdod sebelum dipindahkan lebih lanjut.

“Pengacara Adalah bersama tim relawan telah memasuki fasilitas pelabuhan dalam beberapa jam terakhir, memberikan konsultasi hukum kepada mereka, dan akan terus menuntut pembebasan segera tanpa syarat,” tulis Adalah dalam pernyataannya.

Namun penyelenggara armada bantuan menyebut tim pengacara dari Adalah belum dapat menemui para aktivis sampai mereka tiba di Penjara Ketziot.

Sebelumnya, para aktivis yang ikut dalam misi bantuan serupa dan sempat dicegat Israel diketahui akhirnya dideportasi setelah menjalani penahanan. Namun hingga kini belum ada kepastian apakah ratusan aktivis Global Sumud Flotilla juga akan mengalami proses yang sama atau harus menghadapi penahanan lebih lama di Ketziot.

x|close