Australia Panggil Dubes Israel Usai Video Aktivis Flotilla Dipaksa Berlutut dan Tangan Diikat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 10:39
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong. (Xinhua) Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong. (Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Australia mengambil langkah diplomatik terhadap Israel setelah muncul video perlakuan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan di Israel. Pemerintah Australia memanggil Duta Besar Israel untuk Australia dan mengecam tindakan yang dinilai merendahkan martabat manusia tersebut.

Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, menyatakan dirinya telah menginstruksikan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) untuk memanggil Duta Besar Israel guna menyampaikan protes resmi Canberra.

"Saya juga telah menginstruksikan DFAT (Departemen Luar Negeri dan Perdagangan) untuk memanggil Duta Besar Israel untuk Australia untuk memperkuat pesan ini," kata Wong melalui akun X, dilansir Aljazeera, Kamis (21/5/2026).

Wong menilai video yang diunggah Ben-Gvir memperlihatkan tindakan yang sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima. Dalam rekaman tersebut, para aktivis terlihat berlutut dengan dahi menyentuh lantai dan tangan terikat.

Baca Juga: Amnesty Desak Pemerintah Tunjukkan Upaya Konkret Bebaskan Relawan RI yang Ditangkap Israel

"Gambar-gambar yang kami lihat diunggah oleh Menteri Israel Ben-Gvir, yang telah dikenai sanksi oleh Australia, sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima," kata Wong.

Australia juga mengutuk perlakuan terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla yang berasal dari berbagai negara. Pemerintah Australia menegaskan tindakan tersebut merupakan bentuk perlakuan yang merendahkan martabat manusia.

"Kami mengutuk tindakannya dan tindakan merendahkan martabat yang dilakukan oleh otoritas Israel terhadap mereka yang ditahan," kata Wong.

Selain menyampaikan kecaman, Wong menegaskan Australia terus mendesak pembebasan 11 warga negaranya yang ikut dalam armada kapal menuju Gaza tersebut. Canberra juga meminta Israel memastikan seluruh tahanan tidak mengalami perlakuan buruk dan diperlakukan sesuai kewajiban internasional.

Ia meminta "agar Israel memastikan tidak ada perlakuan buruk terhadap tahanan mana pun dan bertindak sesuai dengan kewajiban internasional".

Baca Juga: Elkan Baggott Resmi Lamar Sang Kekasih Katie Marsden

Sebelumnya, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan kondisi para aktivis Global Sumud Flotilla setelah ditahan di Israel. Dalam video itu, para aktivis tampak berlutut dengan tangan terikat tali.

Dilansir Al Jazeera, unggahan Ben-Gvir disertai keterangan 'Selamat datang di Israel'. Lagu kebangsaan Israel terdengar diputar saat para aktivis berada dalam posisi berlutut. Dalam rekaman itu juga terlihat seorang aktivis memegang paspor di tangannya.

Tindakan tersebut memicu kemarahan sejumlah negara dan pemimpin dunia. Beberapa negara bahkan memanggil duta besar Israel di negara masing-masing untuk menyampaikan protes atas perlakuan terhadap para aktivis armada Gaza tersebut.

Italia termasuk salah satu negara yang mengecam keras tindakan Israel. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyebut tayangan video Ben-Gvir tidak dapat diterima karena melanggar martabat manusia.

Baca Juga: Polisi Sebut Cerita Model AWS Dibegal di Kebon Jeruk Hanya Rekayasa Bermotif Iseng

"Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka," kata Meloni dalam sebuah pernyataan di X.

Kecaman juga datang dari Prancis. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyebut tindakan Ben-Gvir sebagai "tidak dapat diterima" dan meminta warga negara Prancis yang ditahan segera dibebaskan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyatakan insiden tersebut sangat mengkhawatirkan. Pemerintah Kanada juga akan memanggil duta besar Israel terkait peristiwa itu.

"Ini adalah masalah yang kami tangani dengan sangat, sangat serius. Ini adalah masalah perlakuan manusiawi terhadap warga sipil, dan saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami bertindak dengan sangat mendesak," katanya kepada wartawan.

x|close