Biadab! Menteri Israel Paksa Aktivis Global Sumud Flotilla Sujud dan Dipukul Saat Ditahan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 09:22
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel Aktivis Global Sumud Flotilla yang Ditangkap Israel (Reuters)

Ntvnews.id, Jakarta - Tindakan brutal aparat Israel terhadap para aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla memicu kemarahan internasional setelah beredar video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir. Dalam rekaman itu, para aktivis terlihat dipaksa berlutut di depan aparat penegak hukum Israel dengan tangan terikat ke belakang.

Video tersebut langsung menuai kecaman luas di media sosial dan memancing tudingan bahwa Israel sengaja mempermalukan warga sipil internasional yang ikut dalam misi bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

“Bersama dengan unggahan yang bertuliskan "Selamat datang di Israel", anggota armada terlihat dipermalukan dan dilecehkan oleh dinas keamanan Israel,” sebut laporan Middle East Eye, Kamis 21 Mei 2026.

Pencegatan dilakukan terhadap seluruh 77 kapal yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF). Pihak penyelenggara menyebut operasi itu berlangsung besar-besaran dengan pengerahan penuh armada laut Israel untuk menghentikan konvoi bantuan sebelum akhirnya ratusan relawan internasional ditangkap.

Misi tersebut sebelumnya bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza sekaligus menembus blokade Israel terhadap wilayah Palestina itu. Namun seluruh kapal dicegat sebelum mencapai tujuan dan para aktivis dibawa paksa ke pelabuhan Ashdod.

Baca Juga: Bahlil Pastikan PP Tata Kelola Ekspor SDA Tidak Ganggu Kontrak Batu Bara hingga 2026

Penahanan itu langsung memicu kritik dari berbagai kalangan, mulai dari politisi hingga kelompok pembela hak asasi manusia. Mereka menilai tindakan Israel terhadap para relawan sipil sebagai bentuk penghinaan dan intimidasi terbuka.

Gelombang kecaman semakin membesar setelah Ben Gvir merilis video lain yang memperlihatkan para aktivis diseret, dipaksa bersujud dengan kepala menempel ke lantai, sementara tangan mereka tetap diikat di belakang tubuh. Dalam video itu, Ben Gvir juga terlihat mengejek para tahanan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut menanggapi kontroversi tersebut. Ia mengakui perlakuan Ben Gvir terhadap para aktivis “tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel”. Meski begitu, Netanyahu tetap membela tindakan pencegatan armada bantuan tersebut dengan menyatakan Israel memiliki “hak penuh” menghentikan kapal menuju Gaza.

Netanyahu juga mengatakan dirinya telah “menginstruksikan otoritas terkait untuk mendeportasi para aktivis sesegera mungkin”.

Baca Juga: Putin dan Xi Jinping Kompak Kritik Proyek Golden Dome Milik Trump

Kasus dugaan penyiksaan terhadap aktivis armada Gaza sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Sejumlah peserta misi bantuan internasional sebelumnya juga mengaku mengalami kekerasan dan pelecehan selama ditahan Israel.

Awal bulan ini, kantor hak asasi manusia PBB mendesak dilakukan penyelidikan terhadap “laporan yang mengkhawatirkan tentang perlakuan buruk yang parah” terhadap dua peserta armada, yakni Saif Abu Keshek dan Thiago Avila.

Keduanya ditahan oleh Israel dan diduga mengalami perlakuan kasar selama berada dalam tahanan.

Adalah, pusat hukum untuk hak-hak Palestina di Israel, menyatakan tingkat kekerasan fisik yang dialami kedua aktivis tersebut sudah masuk kategori penyiksaan.

x|close