Trump Disebut Cekcok dengan Netanyahu soal Iran: Saya Bisa Jadi PM Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 12:45
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/pri. Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kelakar bahwa dirinya bisa saja menjadi perdana menteri Israel berikutnya menggantikan sekutunya, Benjamin Netanyahu.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan dalam momen wisuda Akademi Penjaga Pantai AS pada Rabu (20/5). Dalam kesempatan tersebut, Trump mengklaim dirinya memiliki tingkat popularitas yang sangat tinggi di Israel.

Ia bahkan menyebut angka penerimaan publik terhadap dirinya mencapai 99 persen. Berdasarkan klaim itu, Trump kemudian berkelakar soal kemungkinan mencalonkan diri sebagai perdana menteri Israel.

"Jadi mungkin setelah ini, saya akan pergi ke Israel dan mencalonkan diri sebagai perdana menteri," kata Trump.

"Saya mendapat hasil jajak pendapat pagi ini. Angka saya 99 persen, jadi itu bagus," paparnya menambahkan seperti dikutip USA TODAY.

Baca Juga: Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga di Cirebon Dimulai

Trump tidak menjelaskan jajak pendapat mana yang dimaksud. Hingga kini, Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait klaim tersebut.

Kelakar Trump muncul di tengah hubungan dekatnya dengan Netanyahu, yang saat ini masih menjabat sebagai perdana menteri Israel dan telah memimpin negara itu dalam beberapa periode sejak 1996.

Trump selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung kuat Netanyahu, terutama dalam konteks hubungan erat Amerika Serikat dan Israel di tengah perang yang melibatkan Iran.

Saat ditanya mengenai komunikasinya dengan Netanyahu terkait konflik Iran, Trump memberikan pujian kepada pemimpin Israel tersebut.

"Dia baik-baik saja. Dia orang yang sangat baik. Dia akan melakukan apa pun yang saya inginkan. Dan dia pria hebat. Bagi saya, dia pria yang hebat," ujar Trump.

Pernyataan itu muncul setelah sejumlah media, termasuk Axios dan Channel 12 Israel, melaporkan adanya ketegangan dalam percakapan telepon antara Trump dan Netanyahu terkait Iran.

Baca Juga: Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Kebakaran

Laporan tersebut menyebut kedua pemimpin sama-sama frustrasi menghadapi situasi perang. Trump disebut tengah berupaya mendorong Teheran agar bersedia menyepakati perundingan guna mengakhiri konflik yang dinilai mulai meleset dari tujuan awal Washington.

Di sisi lain, Netanyahu dilaporkan menginginkan Trump tetap melanjutkan tekanan militer terhadap Iran dan mendukung serangan baru ke Teheran.

Komentar Trump soal kemungkinan menjadi perdana menteri Israel juga muncul sehari setelah ia menyatakan sedang mempertimbangkan "serangan besar lainnya terhadap Iran". Sebelumnya, Trump juga sempat mengaku menunda kemungkinan serangan karena melihat adanya perkembangan menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump juga menyinggung posisi Netanyahu sebagai pemimpin Israel di tengah situasi perang.

"Jangan lupa, Netanyahu adalah perdana menteri di masa perang. Dan menurut saya dia tidak diperlakukan dengan baik di Israel. Tapi ya, dia adalah perdana menteri di masa perang, dan saya rasa mereka tidak memperlakukannya dengan baik," tambah Trump.

Meski demikian, Trump tidak mengungkap lebih jauh isi pembicaraannya dengan Netanyahu terkait Iran.

x|close